Senin, 17 Desember 2012

Sekedar Info Bukan Plagiat.?

-->
Sekedar Info Bukan Plagiat.?

HAARP, Senjata Pemusnah Massal Baru
WMD_world_map
[HAARP. - High Frequency Auroral Research Program]

Apakah HAARP itu?
HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk "memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans". Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012).

Bagian-bagian HAARP
Siapa Yang Menggunakan HAARP?
Proyek ini dikerjakan bersama oleh Angkatan Udara, Angkatan Laut Amerika Serikat dan Universitas Alaska,   
usnavy
US Navy Logo
Penjelasan
Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.
haarp2
Antena-antena HAARP di Alaska
Apakah Ionosphere Itu?
Ionosphere adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita. Ionosphere sangat penting karena dia menyaring radiasi chaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi. Ionosphere berperan dalam mengatur kadar kelistrikan dalam atmosfer dan membentuk inti dari tepi magnetosphere. Ionosphere juga memiliki kegunaan lain bagi manusia, yaitu mempengaruhi gelombang penyiaran radio jauh dari tempat² yang ada di Bumi.
ionosphere
Ionosphere
Dimanakah HAARP Berada?
HAARP terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias . Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.
haarp-aerial-view
HAARP di Alaska
Apa Fungsi HAARP?
Tujuan dari program ini adalah untuk lebih maju dalam mempelajari properti fisik dan elektrik bumi yang kedepannya dapat digunakan dalam memudahkan komunikasi militer. Tapi selain itu, HAARP juga dapat mengatur cuaca melalui ionosphere, seperti membuat hujan, badai, tsunami, dan masih banyak yang belum diketahui ...
haarp1
HAARP Mengubah Cuaca
HAARP itu bekerja dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit sehingga dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya. Dengan kelebihan tersebut, HAARP digunakan sebagai kebutuhan militer.
Bahaya HAARP
HAARP dapat mengatur cuaca, caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet). Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia). Dicurigakan HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali.
Haarp-plotstation-Just-before-land-fall-in-New-Orleans
Statistik keadaan udara di Alaska (2005) setelah HAARP dicurigai
Dapat Melindungi Dari Bahaya Nuklir
Teknologi HAARP dapat mendeteksi benda frekuensi sinyal rendah seperti pesawat dan missile melalui udara, sehingga membuat teknologi lainnya kalah canggih. HARP juga didukung oleh Radar Cakrawala atau Over The Horizon Radar, yaitu radar yang mencakup seluruh dunia karena penghubungnya adalah atmosfer. Tidak dapat diragukan lagi akurasi dari radar HAARP tersebut. Bahkan saat ini lokasi setiap daerah di bumi dapat diketahui dengan jelas, lebih baik dari satelit karena HAARP masih berada di bawah atmosfer.
haarp1a
Mempengaruhi Pikiran Manusia
Dengan mengirimkan EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) RADIATION ke otak manusia, HAARP bisa mengontrol mood manusia. untuk lebih jelasnya, lihat teori di bawah:
Pada dasarnya otak besar manusia bekerja pada 1-30 Pulse/Sec-nya. Dan dalam putaran perdetiknya, terdapat frekuensi hertz. 
  • Delta (1-4/sec), Keadaan tidur
  • Theta (4-7/sec), Keadaan mengantuk atau baru bangun, dan juga ini merupakan saat otak manusia masih berusia balita.
  • Alpha (7-12/sec), Keadaan Normal dan belajar
  • Beta (tak terhitung), Keadaan Marah atau sedang dalam emosi yang tinggi
Dengan gelombang rendah HAARP, bisa dikatakan manusia dapat dimanipulasi dengan HAARP.
Transmitting-Thought-Control
Cara Kerja HAARP
Jadi kesimpulannya, selama HAARP digunakan untuk tujuan yang baik, tidak akan ada masalah sebenarnya. Tapi pengetesan HAARP menimbulkan perubahan iklim dan unsur-unsur bumi menjadi tidak stabil yang juga akan mempercepat proses global warming.
http://www.akhirzaman.info/elektromagnetik/senjata-elektromagnetik/2059-haarp-senjata-pemusnah-massal-baru.html
Sumber: Kaskus

Minggu, 16 Desember 2012

ANEKDOT

Ini Dia 7 Planet Yang Diduga Tempat Bermukim Alien
Bertahun-tahun para peneliti dan ilmuwan antariksa meneliti planet-planet di luar Bumi dan sistem Tata Surya, mencari kemungkinan kehidupan di luar angkasa. Nah, berikut 7 planet terluar yang diduga dihuni alien.

7 Planet ini masuk dalam Habitable Exoplanets Catalog yang dikeluarkan oleh Planetary Habitability Laboratory University of Puerto Rico at Arecibo.

1. Gliese 581g

Penemuan planet ini kontroversoal. Ditemukan tahun 2010, namun beberapa kondisi planet ini masih dalam tahap konfirmasi. Namun University of Puerto Rico di Arecibo menyebutkan planet ini adalah kandidat puncak untuk tempat kehidupan alien.

Jika terkonfirmasi, planet berbatu ini berjarak 20 tahun cahaya dari Matahari, dan berukuran 2-3 kali lebih besar dari Bumi. Planet ini mengorbit bintang Gliese 581 setiap 30 hari dalam konstelasi rasi bintang Libra.


2. Gliese 667Cc

Gliesse 667Cc ini dijuluki juga 'super-Earth'. Posisinya dekat dengan Bumi, sekitar 22 tahun cahaya dalam konstelasi bintang Scorpius. Planet ini berukuran 4,5 kali Bumi dan butuh 28 hari buat orbit pada bintang induknya, GJ 667C. GJ 667C adalah bagian dari sistem bintang triple. Besarnya GJ 667C adalah sepertiga ukuran Matahari.

3. Kepler-22b

Kepler-22 b merupakan planet yang lebih besar dari Bumi sekitar 2,4 kali. Planet ini berotasi mengelilingi bintang yang berukuran dan bersuhu sama dengan Matahari. Planet ini diperkirakan bersuhu 22 derajat Celcius. Jaraknya 600 tahun cahaya dari Matahari, dalam konstelasi Cygnus.

4. HD 40307g

Planet HD 40307g ini berjarak 42 tahun cahaya dari Bumi dalam konstelasi bintang Pictor, dan mengorbit pada bintang induknya yang berjarak 90 juta km. Sebagai informasi, jarak Matahari-Bumi adalah 150 juta km. Jarak planet ini cukup dekat Bumi sehingga teleskop masa depan diharapkan bisa meneropong permukaannya.

5.HD 85512b

Penemuan planet ini diumumkan pada 2011, sebagai bagian dari 50 penemuan High Accuracy Radial velocity Planet Searcher instrument (HARPS) di Chili. Planet ini besarnya 3,6 kali lebih besar dari Bumi. Jaraknya 35 tahun cahaya dari Matahari dan terletak di konstelasi bintang Vela.

Planet ini mengorbit pada bintang induknya HD 85512. Para peneliti berharap suatu hari bisa mendeskripsikan air di permukaan planet ini.

6. Gliese 163c

Planet ini berukuran 7 kali lebih besar dari Bumi, berjarak 50 tahun cahaya dari Bumi. Gliese 163 c mengorbit pada bintang induk yang redup setiap 26 hari dalam konstelasi bintang Dorado.

7. Gliese 581d

Dalam penelitian, planet ini diduga memiliki atmosfer karbondioksida yang tebal. Ukurannya 7 kali Bumi, mengorbit pada bintang merah yang kerdil. Planet ini adalah <i>sister planet</i> dari planet Gliese 581g. Jaraknya 20 tahun cahaya dari Matahari, dan bisa dibilang planet ini adalah halaman belakang Bumi.

sumber : detiik.com
about visit : http://www.indospiritual.com/artikel_ini-dia-7-planet-yang-diduga-tempat-bermukim-alien.html





Mengenal Kekuatan Mistik Harimau

Harimau adalah jenis hewan liar yang biasa disebut si raja hutan. Ia memiliki taring, cakar dan kulit yang semuanya bisa di manfaatkan dalam dunia goib. Jika saja harimau tsb meninggal karena usia (biasa disebut mati “ngurak”), maka sudah barang tentu semua bagian tubuhnya akan dapat digunakan sebagai jimat.

Ada sebagian besar harimau mati tidak karena usia, misalnya karena mati ditembak, maka kekuatan goib yang ada dipercaya kurang besar, lebih besar kalau ia mati “ngurak”. Adapun bagian tubuh harimau yang mati dapat kita jadikan sebagai salah satu benda bertuah adalah sbb :

1. Kulit Harimau.
Pada umumnya setelah harimau mati karena usia, maka kulitnya memiliki kekuatan alami yang dapat membuat orang yang membawanya akan terlihat berwibawa, dg kata lain kulit harimau sesuai digunakan untuk kewibawaan. Nah sifat alami ini kadang dari beberapa spiritualis diyakini kurang mampu menampilkan auranya sehingga dibuatlah tulisan berupa “rajah” agar menambah kekuatan goibnya.

2. Kuku Harimau.
Kuku harimau memiliki ketajaman yang luar biasa jika memang ia masih berada pada jari2 harimau. Kukunya dapat disembunyikan sebagi mana seekor kucing menyelipkan kukunya jika tidak digunakan.

Kuku harimau konon memiliki kekuatan goib yang bisa mebuat orang yang memakainya mampu berlari secepat harimau, bahkan lebih. Kalau kita mendapati harimau yang mati karena lanjut usia, maka kukunya dapat kita gunakan untuk hal tersebut. Caranya kuku harimau kita taruh pada jempol kaki kanan atau kiri sbg kuku palsu. Jika kita kita melakukan perjalanan misalkan dari Jakarta ke Bogor, maka waktu yang dibutuhkan kurang lebih 10 menit, bahkan bisa kurang.

Perjalanan biasanya dilakukan pada saat tengah malam saat orang2 sudah terlelap. Perjalan yg dilakukan pun biasanya tidak melewati jalan umum / yang biasa digunakan oleh kendaraan umum. Menggunakannya memang tidak semua orang mampu melakukannya, hanya orang yang memilki kekuatan goib yang telah dapat menyatu dengan alam dan tinggi tingkatannya.

Jika kuku ini kita jadikan sebagai kalung, maka aura panas akan berada dan menjadikan kita bersifat pemarah. Hal ini akan tampak dari sikap kita yang dapat berubah manakala kita memakainya tanpa dapat menguasai kekuatan goibnya. Kekuatan yg berada dalam kuku harimau ini memiliki sifat alam yang kuat dan panas.

3. Kumis Harimau
Kumis harimau pada umunya berjumlah kurang lebih sekitar 30 helai. Kumis ini konon dipercaya juga dapat menampilkan kewibawaan tersendiri pada orang yang membawanya. Jika dengan membawa kumis ini dirasa kurang mampu menjaga keberadaannya maka beberapa orang melakukan pemasukan kumis harimau kedalam tubuh dengan jalan susuk.

Hal ini sering dilakukan oleh orang yg kurang mau berpikir tentang sifat alami dari kumis harimau. Hal ini sebenarnya berbahaya bagi orang yg kurang mampu mengendalikan kekuatan kumis ini, karena sifat alaminya adalah panas dan beraura merah.

Jika suatu benda yg merupakan bagian tubuh dari harimau dilihat memiliki kekuatan goib yang berupa penunggu misal orang tua dg jubah atau lainnya, maka ini berarti kekuatan tersebut berasal dari rajah, atau jin yg menempati benda tersebut namun ada kalanya merupakan khodam dari benda tsb. Bisa juga berasal dari kekuatan orang yang membuat rajahan tsb.

about visit : http://www.indospiritual.com/







Penis Terkuat di Dunia Sanggup Angkat Barbel 230 Kg  


Beberapa pria melatih kemampuan ereksi dengan cara menggantungkan handuk pada batang penis. Namun bagi pria asal Taiwan, handuk tidak ada apa-apanya karena penis berkekuatan supernya itu sanggup mengangkat barbel hingga seberat 230 kg.

Yang You-sin, seorang pria pekerja asal Taiwan sanggup melakukan hal itu setelah mempelajari '99 Power Qigong'. Kuncinya adalah mengatur pernapasan, agar selaras dengan gerakan dan pemusatan kekuatan otot di seluruh tubuh termasuk di sekitar kemaluan.

Awalnya, pria ini mulai mempelajari teknik ini secara tidak sengaja. Bermula sekitar 10 tahun lalu, ia mengalami nyeri di daerah kemaluan akibat bertahun-tahun bekerja sebagai buruh dan keluhan ini tidak sembuh meski sudah diberi obat oleh dokter.

Ia pun mencoba mempelajari teknik olah pernapasan yang kurang lebih mirip seperti latihan kegel versi ekstrem. Caranya dengan mengikatkan beban berupa piringan logam dengan air ke alat vital, mengangkatnya perlahan lalu menahannya beberapa saat dalam posisi menggantung.

Setelah beberapa lama berlatih, keluhan nyeri di kemaluannya memang lambat laun mulai berkurang. Namun ia tidak berhenti berlatih, bahkan terus menambah jumlah lempengan besi yang digantungkan sehingga dari hari ke hari penisnya semakin bertambah kuat.

Menurut rekor tidak resmi yang ia catat sendiri, jumlah beban yang sanggup diangkatnya sudah mencapai 230 kg. Dikutip dari Wantchinatimes, pria ini sanggup mengangkat beban tersebut dan menahannya sambil berdiri selama 30 detik.

Teknik olah pernapasan Qigong sendiri biasanya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan, memperbaiki pernapasan sekaligus meditasi. Asal muasalnya dari China, namun dipelajari dan dipraktikkan di banyak negara dengan berbagai variasi tekniknya.

Pria ini juga pernah memperagakan kemampuan mengangkat barbel seberat 200 Kg dengan menggunakannya alat kelaminnya di Indonesia pada 20 Februari 2011 yang waktu acaranya digelar di Rukan Garden House, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Sumber : Wantchinatimes (detik.com)
about visit : http://www.indospiritual.com/ 





NASA Tantang Pembuktian Ilmiah Kiamat Suku Maya


NASA menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.

Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, NASA kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA, Badan Antariksa dan Penerbangan AS, dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.

"Untuk klaim, bencana, atau perubahan dramatis apa pun pada tahun 2012, mana pemaparan sainsnya? Mana buktinya? Tidak ada," demikian papar NASA.

Menurut kalender kuno Suku Maya, titik balik Matahari 2012 akan menandai akhir dari siklus 144 ribu hari. Siklus ini sudah berulang sebanyak 12 kali dan yang ke-13 akan jatuh pada 2012. Pada saat inilah dunia akan mencapai akhirnya.

Tapi ditegaskan kembali oleh NASA, berakhirnya perhitungan kalender Suku Maya di tanggal tersebut, sama jika dibandingkan dengan tandasnya perhitungan normal pada 31 Desember. "Sama seperti kalender yang Anda miliki di dinding di mana tidak ada lagi tanggal sesudah 31 Desember, kalender Suku Maya tidak ada tanggal lagi sesudah 21 Desember 2012."

Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.

Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.

"Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada," kata Don Yeomans, Manajer dari program NASA, Near-Earth Object, di Jet Propulsion Laboratory, California pada Januari lalu.

Sumber : nationalgeographic.co.id
about visit : http://www.indospiritual.com/ 
Please visit..



Mengapa Kita Butuh Mimpi Dalam Tidur?

Orang mengatakan waktu dapat menyembuhkan semua luka. Itu ternyata ada benarnya. Riset terbaru dari University of California, Berkeley, mengindikasikan bahwa lamanya waktu bermimpi ketika tidur dapat mengatasi penderitaan yang menyakitkan.


Peneliti UC Berkeley menemukan bahwa, selama fase mimpi dalam tidur, atau tidur rapid eye movement (REM), yaitu ketika bola mata bergerak cepat saat tidur, zat kimia stres dipadamkan dan otak memproses pengalaman emosional dan mengikis memori yang menyakitkan.

Temuan ini menawarkan sebuah penjelasan yang menarik soal mengapa orang yang menderita kelainan stres pasca-kejadian traumatis, seperti veteran perang, menemui kesulitan untuk pulih dari pengalaman yang membuatnya tertekan dan berulang kali dihantui mimpi buruk. Penelitian ini juga menawarkan jawaban mengapa kita bermimpi.

"Tahap mimpi tidur, berdasarkan komposisi neurokimianya yang unik, memberikan semacam terapi sepanjang malam, sejenis balsam menenangkan yang membuang semua hal yang tajam dari pengalaman emosional pada hari sebelumnya," kata Matthew Walker, dosen psikologi dan neuroscience di universitas itu yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Bagi penderita stres pasca-peristiwa traumatis, terapi malam ini mungkin tidak bekerja secara efektif. "Sehingga ketika kilas balik, misalnya dipicu oleh ban mobil meletus, mereka mengalami kembali seluruh pengalaman mengerikan itu karena emosinya tidak disingkirkan dari memori dengan benar selama tidur," kata Walker.

Hasil studi ini menawarkan berbagai informasi tentang fungsi emosional tidur REM, yang biasanya mencakup 20 persen dari waktu tidur seorang manusia sehat.

 Studi otak sebelumnya mengindikasikan bahwa pola tidur sehat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya pada orang yang menderita kelainan seperti trauma dan depresi

sumber : http://forum.viva.co.id/iptek/242893-mengapa-kita-butuh-mimpi-dalam-tidur.html













Jumat, 07 Desember 2012

Kontradiksi Kapitalis


Cina: Stalinis mendekati tujuan kapitalis


Lima tahun terakhir telah melihat perubahan besar peralatan di drive Stalinis 'terhadap kapitalisme, berpendapat Petrus Utama

Dua puluh tahun reformasi pasar di Cina telah menghasilkan beberapa tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam sejarah serta pembantaian berdarah Lapangan Tiananmen. Baik pertumbuhan dan pembantaian telah dilakukan atas nama "sosialisme dengan karakteristik Cina" oleh birokrasi Stalinis yang berkuasa.

Baik ekonomi maupun represi memiliki kesamaan apa pun dengan sosialisme, dengan atau tanpa "karakteristik Cina", kecuali sosialisme adalah berarti tidak lebih dari kepemilikan negara industri yang sakit berat dan keuangan, dan dijaga ketat monopoli kekuasaan politik.

Alasan nyata bagi reformasi adalah bahwa "pemimpin penting", Deng Xiaoping, berharap bahwa dengan reformasi ekonomi ia akan mencegah jenis mobilisasi massa yang menandai perkelahian antara faksi birokrasi pada 1960-an dan 1970-an.

Pada awalnya tidak ada kesepakatan mengenai tujuan-tujuan atau pada sarana untuk mencapainya.

Kebijakan Cina resmi diungkapkan dalam frase "menyeberangi sungai dengan perasaan untuk batu", berarti kebijakan yang pragmatis dan eksperimen. Tujuan hanya birokrasi Stalinis Cina adalah untuk tetap kuat dalam kontrol.

Sekarang setelah hampir 20 tahun reformasi pro-pasar di bidang pertanian, industri berbasis rurally dan kantong-kantong pesisir, kebijakan yang diambil selama lima tahun terakhir untuk "reformasi" pasar tenaga kerja di kota-kota dan untuk merestrukturisasi sektor negara sampai saat dominan industri dan perbankan telah membawa Cina untuk hampir kapitalisme.

Kasta Stalinis bertekad untuk membawa proses ini sampai selesai dan untuk mengubah dirinya menjadi bagian penting dari kelas kapitalis baru.

Stagnasi dan warisan eksperimen gagal
Pada tahun 1978, penurunan ekonomi di seluruh sektor mengancam kelangsungan hidup rezim. Tidak seperti Uni Soviet, hanya 3% dari 348.000 di negara itu tanaman industri secara langsung dikontrol oleh otoritas perencanaan pusat, Komisi Perencanaan Negara. Sisanya, meskipun juga tunduk kepada keputusan perencanaan pusat, sebenarnya dikelola oleh provinsi dan kota governments.1

Sesuai dengan norma-norma Stalinis, tanaman pusat diarahkan sangat besar. Sekitar 1.000 tanaman mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja masing-masing dan di antara mereka yang dipekerjakan sekitar 14 juta. 3.000 lain mempekerjakan lebih dari 1.000 pekerja masing-masing dan sektor ini secara keseluruhan sudah 64% dari seluruh aktiva tetap, diproduksi teduh di bawah 50% dari semua output industri dan mempekerjakan sekitar 20 juta workers.2

Untuk alasan pertahanan strategis, sebagian besar pabrik raksasa yang terletak jauh di pedalaman Cina. Besi raksasa dan pabrik baja di Wuhan, misalnya, lebih dari 1.000 mil sungai Yangzi dari Shanghai. Penyebaran ini kapasitas produksi memiliki efek disfungsional terhadap perekonomian nasional. Karena jarak yang terlibat dan pengembangan transportasi yang tidak memadai, lokal, tanaman skala kecil mencoba untuk memproduksi kebutuhan mereka semua peralatan themselves.3

Proliferasi ini tanaman skala kecil menghambat kemajuan teknologi. Misalnya, 27% dari besi babi Cina diproduksi di pabrik-pabrik kecil yang rata-rata, diperlukan 400 ton kokas per ton pig iron lebih dari tanaman yang besar dan produk mereka, "abu-abu" pig iron, sangat cocok untuk pengolahan menjadi tinggi kelas baja. 4

Seperti di Uni Soviet, industri berat telah menjadi prioritas perencana Cina. Ini dicatat bagian terbesar investasi karena permintaan yang tak pernah berakhir untuk peningkatan produksi disambut oleh pembangunan ekstensif daripada intensif peningkatan teknik dan produktivitas tenaga kerja.

Akibatnya, oleh 1978, pengembalian atas investasi sangat miskin dan menurun. Sebagai contoh, dalam periode Rencana Lima Tahun Pertama, 1953-7 untuk setiap yuan 100 dari investasi pendapatan nasional meningkat sebesar 0,32 yuan, tetapi pada periode Rencana Keempat, 1971-5, ini jatuh ke 0,16 yuan.5 Secara keseluruhan, "modal produktivitas "jatuh antara 1957 dan 1978 dengan rata-rata 0,8% per tahun. 6

Pertanian menjelang reformasi

Pada akhir 1970-an, pertanian menyumbang 70% dari tenaga kerja nasional dan 10% dari investasi. Meskipun collectivisation radikal sudah santai di awal 1960-an untuk mendorong produksi swasta untuk mengatasi kelaparan yang mengikuti Lompatan Jauh ke Depan, dari pertengahan 1960-an, collectivisation dalam sistem administrasi stabil berdasarkan tiga tingkat komune telah didirikan kembali.

Komune ini adalah satuan yang sangat besar, yang terdiri dari ribuan rumah tangga dan seluruh kabupaten pedesaan. Di bawah komune, brigade produksi dikelompokkan bersama mungkin 100 rumah tangga dan, pada tingkat terendah, tim produksi terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki batas-batas biasanya ditentukan oleh pra-dusun dan desa yang ada.

Dalam struktur ini, kerja diselenggarakan dan dibayar pada tingkat tim tetapi keputusan apa yang harus menghasilkan dilakukan pada level komunitas sesuai dengan kuota daerah yang ditetapkan oleh otoritas perencanaan. Pada tahun 1978, 90% perdagangan pertanian terjadi pada harga yang ditetapkan oleh rencana.

Sistem ini membawa sejumlah keuntungan yang memastikan bahwa produksi pangan terus menjelang kenaikan populasi. Pengetahuan tentang teknik diperbaiki, pupuk, jenis benih, misalnya, bisa disebarkan dengan cepat dan luas irigasi bisa diatur lebih efisien di level komunitas.

Namun, kekakuan birokrasi perusahaan juga membawa kerugian serius. Secara khusus, konsentrasi pada produksi tanaman tunggal untuk memenuhi kuota tidak membawa skala ekonomi diharapkan dan militated terhadap penggunaan lahan optimum.

Alih-alih masing-masing tim menghasilkan berbagai tanaman, mengambil keuntungan dari pengetahuan lokal untuk mengambil spesialisasi dan memproduksi sebagian besar kebutuhan mereka sendiri langsung, sumber daya yang terbatas harus digunakan untuk mengangkut tanaman pangan antara kabupaten yang bisa menghasilkan semua kebutuhan mereka sendiri, dan tidak memadai berbagai tanaman diproduksi.

Pada tahun 1978, 45% dari lahan irigasi dan pupuk adalah modern digunakan secara rutin, ada beberapa keuntungan lebih yang bisa diperoleh dari sistem ini. Hal ini dapat dilihat pada kenyataan bahwa sepanjang tahun 1970-an, laju pertumbuhan produksi padi gagal untuk mengikuti dengan populasi growth.7

Pasar sosialisme atau akumulasi kapitalis primitif?

Bahwa ekonomi harus direvitalisasi oleh akhir 1970-an itu tidak dipertanyakan dan langkah-langkah baru diperkenalkan oleh sidang pleno ketiga Komite Sentral pada bulan Desember 1978. Para pemimpin PKT memiliki semua alasan untuk mendukung pendekatan yang sangat hati-hati untuk ekonomi "reformasi". Setelah bencana mengejang dari Great Leap Forward dari 1958-1960 dan "Revolusi Kebudayaan" dari 1964-1974, mayoritas telah disetujui pada kebutuhan untuk melanjutkan atas dasar kompromi dan konsensus. Setelah percobaan ini gagal dalam avonturisme ekonomi Stalinis tingkat pragmatisme menang.

Sebagai salah satu pejabat Cina mengatakan, "hukum pertama liberalisasi, [adalah] pertama mendirikan praktek, kemudian menyatakan kebijakan" 8 eksperimen skala kecil pertama kali dilakukan kemudian. Kebijakan atau teknik yang meningkatkan output diadopsi sebagai kebijakan nasional dan umum di seluruh negeri.

Di jantung dari program reformasi adalah keyakinan bahwa relaksasi perencanaan kontrol akan merangsang produksi jika dikaitkan dengan insentif material. diktum Deng, "Untuk menjadi kaya adalah mulia",! paling segera mempraktekkan di pedesaan di mana ia menciptakan arus ekonomi dan sosial yang telah sejak menjadi pengaruh terbesar pada arah ekonomi.

Pada awal proses reformasi membagi utama dalam strata berkuasa adalah antara mereka yang ingin mempercepat reformasi marketising dan mereka yang takut bahwa ini akan berakhir penguraian sistem ekonomi secara keseluruhan dan dengan demikian mengakibatkan kehancuran umum semua kelompok birokrasi.

Waktu dan lagi ketegangan dalam birokrasi diselesaikan hanya melalui sikap tunduk umum ke Deng Xiaoping Bonaparte.

Untuk semua pragmatisme jelas mereka, kebijakan akuntansi yang diterapkan adalah hasil dari kekuatan-kekuatan yang bersaing dalam Cina, dimediasi melalui partai, militer dan lembaga-lembaga negara.

Pada tahun 1978 tidak ada prospek ekonomi memutar di sekitar melalui mekanisme yang ada birokrasi dan administrasi, seperti Hungaria, Yugoslavia dan bahkan para pemimpin Uni Soviet sebelum mereka, Cina tampaknya mekanisme pasar untuk memperkuat ekonomi mereka lesu.

Tidak seperti rekan-rekan Eropa mereka, orang Cina menemukan bahwa perekonomian mereka, mungkin unik, sangat baik diposisikan untuk mengambil keuntungan dari reformasi. Tidak seperti Uni Soviet, di mana reformasi Liberman tahun 1960-an dengan cepat dihambat oleh resistensi birokrasi pembesar tertanam, sistem Cina jauh lebih terdesentralisasi memberikan struktur yang jauh lebih cocok untuk eksperimen lokal dan inisiatif.

Sebagian besar perusahaan, misalnya, meskipun subordinasi untuk keputusan perencanaan pusat, benar-benar diberikan dan diarahkan pada provinsi, kabupaten atau tingkat kota.

Desentralisasi ini jauh lebih besar menghasilkan disposisi awalnya dari partai dan perintah tentara pada akhir perang sipil, ketika daerah swasembada telah menjadi prioritas, dan sebagian dari dukungan Mao untuk desentralisasi produksi selama Lompatan Jauh ke Depan.

Di atas semua, ada pengakuan yang berkembang bahwa potensi ekonomi pedesaan Cina sedang sangat dibatasi oleh birokrasi perencanaan. Pandangan ini membawa perubahan mendasar strategi dan istirahat dengan ortodoksi Stalinis. Keunggulan sektor industri berat ditolak dan pertanian dipromosikan sebagai elemen utama dalam perekonomian nasional.

pergeseran pragmatis Deng Xiaoping merupakan tanggapan terhadap tekanan politik mounting di pedesaan. Petani, khususnya di Sichuan dan provinsi Anhui, sudah putus tim produksi dan brigade dan mengambil keputusan sendiri atas apa tanaman untuk tumbuh.

Bahwa output ini segera mengangkat seharusnya tidak mengherankan karena, seperti di negara merosot lain buruh, petani Cina pada umumnya mempertahankan rumah tangga mereka plot, terutama untuk tumbuh sayuran dan pemeliharaan unggas, dan mereka tahu bahwa ini jauh lebih produktif daripada bertani secara kolektif bidang yang kekurangan teknologi yang diperlukan untuk memanfaatkan potensi mereka.

Pertanian reformasi 1978 disahkan seperti pengambilan keputusan lokal tanpa meletakkan kontrol apapun yang tepat atas penggunaan lahan. Dalam hitungan empat tahun, tetapi, satu sistem telah menjadi hampir universal, yaitu "Rumah Tangga Tanggung Jawab". Ini yang paling liberal dari berbagai sistem yang berkembang setelah 1978.

Petani keluarga diberikan kontrol atas sebidang tanah, diputuskan pada tingkat tim produksi lama. Tanah itu sendiri tetap milik tim (yaitu sekitar desa) tapi bagaimana itu digunakan sekarang keputusan petani. Kewajiban negara tetap dipertahankan melalui penjualan kuota wajib tanaman tertentu dengan harga tetap.

Keuntungan bagi petani adalah bahwa semua produksi di atas kuota bisa dijual di pasar lokal, atau untuk negara pada apa yang disebut "harga dinegosiasikan" tetap antara harga kuota dan harga pasar lokal. Negara, takut kekurangan pada tanaman penting seperti butiran, dijamin untuk membeli semua produksi di atas kuota.

reformasi ini menghasilkan peningkatan langsung dalam produksi baik dalam output per kapita dan dalam hal diversifikasi; hasil gabah meningkat pada tingkat tahunan rata-rata 3,7% antara 1978 dan 1984; kapas meningkat sebesar 18% per tahun, daging sebesar 8,9% dan ikan dengan 3,6%. Secara keseluruhan, pendapatan petani melihat kenaikan rata-rata 12,3%, per tahun, selama ini period.9

Keberhasilan terlihat dari reformasi mendorong liberalisasi lebih lanjut di awal tahun 1980. Dalam hal penting berikutnya dalam memfasilitasi mereka bergerak menuju restorasi kapitalis, yang paling penting dari ini adalah relaksasi kontrol atas industri skala kecil, kehutanan, peternakan dan pasar lokal.

Hal ini tidak hanya merangsang produksi tetapi juga kegiatan komersial di seluruh daerah pedesaan di mana, pada waktu itu, sekitar 75% dari total penduduk bekerja. Jumlah pasar pedesaan meningkat dari 38.000 pada tahun 1980 menjadi 67.000 pada tahun 1993. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendapatan tunai, sebagai persentase dari total pendapatan pedesaan, meningkat dari 52% pada tahun 1980 menjadi 68% di 1.993,10

Makna ekonomi jangka panjang reformasi ini terletak pada kenyataan bahwa mereka mulai menciptakan harga pasar untuk bahan makanan dan banyak bahan baku industri ringan pada saat yang sama meningkatkan pendapatan petani. Hal ini sendiri menciptakan permintaan yang efektif untuk produk skala kecil, lokal yang dimiliki, "industri".

Selain itu, meskipun pemeliharaan kekuasaan negara pengadaan dengan harga direncanakan dirancang terutama untuk menjamin persediaan diandalkan menghasilkan penting, juga menciptakan model sistem harga "dual". Dalam program pengembangan lebih lanjut, sebagai negara mengurangi berbagai tanaman itu dikendalikan, dan persentase lebih besar untuk setiap terus diproduksi untuk, dan dijual pada, pasar, sehingga negara membawa nya "harga direncanakan" lebih dan lebih ke dalam baris dengan orang-orang pasar.

Proses ini tidak berarti selalu lancar. Pada tahun 1984, misalnya, kelebihan pasokan gabah berarti bahwa negara harga pengadaan jauh di atas harga pasar dan gudang negara itu meluap. Karena pemerintah memiliki komitmen untuk relatif rendah harga jual makanan yang dipasok ke industri perkotaan, negara itu, berlaku, subsidi produsen gandum pedesaan untuk lagu dari 22 miliar yuan, 14% dari total negara revenues.11

Hal ini penting bahwa untuk memperbaiki ini, negara tidak kembali ke kontrol yang lebih ketat melainkan pengadaan liberalisasi masih lebih hanya untuk menutupi gandum dan beras.

Segala sesuatu yang lain, bahkan kapas, akan dibeli baik oleh negara di "harga dirundingkan" atau dapat dijual di pasar terbuka dengan harga yang akan mencerminkan permintaan. Sangat penting, ini harga yang lebih tinggi untuk makanan dan bahan baku yang disampaikan ke sektor industri.

Dalam acara tersebut, reformasi ini over-kompensasi dan tahun berikutnya ada kekurangan serius tanaman pokok sebagai petani beralih ke "lebih menguntungkan tanaman industri". Negara kemudian menanggapinya dengan kembali memperkenalkan berbagai kuota wajib.

Episode ini menunjukkan bahwa kekuatan-kekuatan sosial di belakang pertanian komersial tidak cukup kuat pada waktu itu untuk memaksa negara untuk menyerahkan kontrol perusahaan. Namun, kontrol yang dikenakan kembali tidak sebagai luas sebagai sistem yang asli dan pertanian berorientasi pasar telah mapan.

Dalam tahun-tahun berikutnya, latar belakang umumnya meningkat stabil dalam pertanian output12 diperkenalkan reformasi lebih lanjut yang memungkinkan sektor industri yang berbeda negara untuk membeli bahan baku pertanian pada harga pasar, daripada mereka hanya memperoleh pengadaan dari lembaga negara.

Pada awal 1990, sebuah relaksasi lebih lanjut dari kontrol pada butir diizinkan otoritas pemerintah lokal untuk fase keluar baik pengiriman wajib dan penyediaan ransum gandum ke perkotaan.

Dengan 1993, 90% dari propinsi China telah menjatuhkan penjatahan sama sekali dan, meskipun banyak kontrak wajib dipelihara untuk produsen, harga untuk pengiriman sekarang ini ditentukan oleh pasar.

Namun, meskipun baru-baru ini tahun 1995 negara masih bisa campur tangan untuk "benar" pasar-induced disekuilibrium ketika pengurangan serius dalam pengiriman gandum menyebabkan reimposition kelahiran wajib nasional.

Transformasi industri lokal
Reformasi diperkenalkan di sektor pertanian mulai mengubah peran administrasi publik dari tingkat provinsi ke desa dan, karenanya, peran para pejabat Partai Komunis yang berlari itu.

Di Cina, pemerintah daerah selalu memiliki tingkat otonomi yang lebih besar daripada di Uni Soviet. Lembaga-lembaga perencanaan pusat tidak pernah yang dikembangkan seperti yang di Uni Soviet. Hal ini memainkan peran penting dalam melembagakan partai dan keterlibatan negara dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat lokal dan provinsi.

Sebagaimana telah dicatat, banyak sektor negara diberikan pada tingkat lokal, dan di sini tradisi PKC kemandirian lokal diperkuat diri kecenderungan untuk menafsirkan instruksi pusat dalam terang prioritas lokal. Sbg tambahan, ketidakmampuan birokrasi yang tak terelakkan dibutuhkan perencanaan resor konstan untuk solusi lokal. Dalam semua ini, peran kader partai yang sentral dalam mencapai tidak hanya keseimbangan antara prioritas daerah dan pusat tetapi juga dalam mengkoordinasikan kebijakan pada semua tingkatan.

Ini tingkat kemandirian dalam mencapai tujuan kebijakan pusat ditentukan secara resmi diakui jauh sebelum munculnya reformasi Deng. Dari tahun 1972, misalnya, pemerintah daerah tingkat yang diperbolehkan untuk mempertahankan 60% dari keuntungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam yurisdiksi mereka untuk dana pengembangan, diversifikasi dan perbaikan infrastruktur.

dana saldo tersebut di tangan negara adalah setara dengan 35,6% dari anggaran negara, sosok yang menunjuk ke sebuah sektor yang sangat signifikan dari perekonomian yang sedang dioperasikan, jika tidak seluruhnya terpisah dari lembaga perencanaan pusat, setidaknya pada panjang lengan. 13

Setelah pengenalan reformasi 1978, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana pemerintah dan pihak pejabat disesuaikan budaya ini, pengembangan industri kecil-skala lokal, meningkatkan penyediaan transportasi, membangun pasar dan memanfaatkan koneksi mereka dalam negara dan partai yang lebih jauh untuk membuka perdagangan dan perdagangan.

Dengan pengembangan, setelah tahun 1978, dari Township dan Desa Enterprise (TVE) sektor, seperti "kegiatan kewirausahaan" menjadi norma bagi semua pejabat, tidak counterposition untuk arahan pemerintah pusat, atau bahkan sebagai sarana untuk membuat bagus kekurangan dari arahan pusat, namun dengan dorongan penuh resmi sebagai sarana pelaksanaan arahan pusat. Akar sektor ini terletak pada lokakarya lokal komune dan perusahaan industri lokal yang diproduksi atau diproses kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Penghapusan cengkeraman komune, setelah lebih dari 20 tahun dari penghematan Maois, dan peningkatan pendapatan tiba-tiba dari pertanian komersial, membuka berbagai macam kemungkinan untuk pembangunan. Peningkatan pemasaran menciptakan permintaan untuk transportasi bermotor bahwa individu tidak mampu, tetapi masyarakat bisa; pendapatan meningkat mendorong permintaan untuk perumahan baru, furnitur, tekstil dan tingkat yang lebih tinggi dari konsumsi daging, yang dibutuhkan sendiri rumah pemotongan hewan dan sebagainya.

Memang, beberapa perusahaan terbesar di Cina sekarang ditemukan dalam sektor TVE. Misalnya, Far Eastern Economic Review baru-baru ini melaporkan tentang sejarah dari "Grup Sunshine", sebuah pabrik tekstil didirikan sebagai sebuah perusahaan kota pada tahun 1986. Hal ini telah menjadi produsen utama Cina dari wol wol, dengan menggunakan mesin paling canggih tersedia untuk menghasilkan kain sampai dengan standar yang ditetapkan oleh International Wol Secretariat.14

Secara finansial, setiap tingkat pemerintahan memiliki insentif dalam apa yang menjadi sektor yang tumbuh paling pesat perekonomian Cina, karena masing-masing berhak untuk mempertahankan persentase dari dana yang dihasilkan dalam yurisdiksinya saat melintas di pendapatan kepada otoritas yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, masing-masing unit hanya sumber daya yang terbatas sehingga setiap keputusan investasi harus dipertimbangkan dengan teliti. Masing-masing harus menghitung bagaimana mengalokasikan sumber dayanya antara tanggung jawab sosial dan kesejahteraan dan pembangunan "industri" dan infrastrucure.

Dekat hubungan antara negara, bank, industri dan pertanian, dipersonifikasikan dalam bentuk sekretaris partai, berarti bahwa pengeluaran kesejahteraan dapat disubsidi dari dana ditahan. Investasi di satu bidang dibiayai oleh transfer dari perusahaan yang ada, kerugian yang dibuat baik dari keuntungan perusahaan lain dan seterusnya dalam suatu sistem yang bisa disebut "korporatisme lokal".

Semua perusahaan ini tetap, secara resmi, "milik bersama". Dalam statistik mereka disebut sebagai "non-negara" karena mereka tidak dimiliki oleh negara pusat. Namun, banyak komentator menyarankan bahwa di balik kepemilikan "formal kolektif", banyak telah menjadi, dalam kenyataannya, perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi pada-saham yang dimilikinya atau koperasi basis.15

Pihak berwenang yang mengontrol keputusan dalam TVEs tahu bahwa mereka hanya dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan menyadari keuntungan pada bagian dari investasi mereka yang telah dimasukkan ke dalam produksi. pertimbangan lainnya, termasuk penyediaan kesejahteraan lokal, misalnya, terus memiliki pengaruh signifikan, namun, selama periode reformasi, kecenderungan ini telah terhadap transformasi dari negara "non-" industri menjadi modal.

Masukan untuk industri TVE, sebagian besar berasal dari diregulasi, pertanian berbasis keluarga, itu sendiri dibeli dengan harga pasar yang harus diteruskan dalam produk akhir. Memang benar bahwa selama bertahun-tahun biaya energi yang terus rendah berdasarkan subsidi negara untuk bahan bakar batubara dan industri tetapi, sejak tahun 1994, bahkan ini umumnya telah diizinkan untuk naik ke harga pasar, atau harga kelangkaan "", seperti yang dikenal . Semua input produksi, kemudian, sesuai dengan norma-norma kapitalisme.

Akhirnya, walaupun banyak infrastruktur produksi dan sebagian besar aktiva tetap asli dari perusahaan besar adalah produk investasi yang dilakukan sebelum masa reformasi, ini tidak bisa lagi demikian. Pada tahun 1992, sektor TVE menyumbang 38,2% dari nilai industri output.16

Produk-produknya tidak hanya diperdagangkan di luar batas-batas kota dan desa di mana mereka diproduksi tapi di luar pantai Cina. Skala kenaikan output menunjukkan bahwa sebagian besar aktiva tetap yang ada sekarang pasti didanai dengan laba ditahan yang dihasilkan selama masa reformasi.

Yang masih benar adalah bahwa sektor ini tidak sesuai dengan norma kapitalis kepemilikan pribadi yang dapat diidentifikasi secara individual dan otonom secara hukum perusahaan.

Namun, hal ini tidak mendiskualifikasi sebagai modal. Dalam setiap sistem ekonomi berkembang ke arah kapitalisme dari dalam ekonomi perencanaan pusat seperti norma tidak akan diharapkan. Pada, bentuk-bentuk peralihan kepemilikan bertentangan dengan tingkat tinggi "pengawasan umum" bisa diharapkan.

Hal ini khususnya terjadi dalam ekonomi pedesaan, di mana prevalensi desa nama tunggal menggarisbawahi pentingnya lanjutan pra-kapitalis, formasi sosial berbasis klan. Oleh karena itu, pertanyaan tentang kepemilikan pribadi individu tidak selalu penting pusat dalam periode apa dasarnya adalah akumulasi modal primitif.

Yang penting adalah bahwa dalam sektor ini, tidak lagi terbatas pada peran di dalam ekonomi komando nasional yang dominan, ratusan ribu unit produksi semakin mendasarkan operasi mereka pada kaidah-kaidah pasar: hukum nilai.

Krusial, modal hybridised sekarang cukup didirikan untuk mereproduksi sendiri secara spontan. Sedangkan reformasi pasar diperkenalkan untuk menghindari kelaparan 1961-1963 dapat dibatalkan pada saat Beijing memutuskan bahaya telah lalu, sektor TVE sekarang terlalu kuat untuk seperti pembalikan.

Jutaan pengambil keputusan, terkemuka di antara mereka para kader Partai Komunis, adalah menyesuaikan harapan mereka, asumsi mereka dan keputusan mereka sesuai dengan kriteria pasar. Modal, sebagai diamati Marx, hanya dapat eksis sebagai modal banyak, dan banyak ibukota muncul di Cina.

Namun, sementara mereproduksi diri mereka atas dasar kapitalis mereka belum merupakan sistem "", karena mereka belum terintegrasi melalui mekanisme peraturan kapitalis, di atas semua disiplin harus bersaing untuk sebagian besar kebutuhan investasi mereka di nasional atau pasar modal internasional. Selain itu, hak dalam TVEs sering masih samar-samar dan arus investasi dipengaruhi oleh pertimbangan politik lokal.

Jadi, TVEs dan "non-negara" sektor kolektif, signifikan karena mereka tak diragukan lagi adalah, bukan merupakan jantung perekonomian Cina dan tidak menentukan hubungan karakter kelas yang dominan properti.

Mereka penting dalam analisis ekonomi Cina secara keseluruhan ada dua, mereka telah menciptakan bahan baku kelas kapitalis pribumi dan mereka telah menetapkan kriteria pasar dan kekuatan pasar yang dapat di waktu mengubah inti industri berat ekonomi.

Zona Ekonomi Khusus
Pada pandangan pertama, untuk menunjukkan bahwa umumnya skala kecil dan sektor TVE glamor bisa menghasilkan kekuatan yang diperlukan untuk mengubah inti industri berat ekonomi mungkin tampak aneh ketika seluruh dunia telah mengagumi selama bertahun-tahun sekarang di tingkat pertumbuhan astronomi dan fisik transformasi dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Shenzhen, dekat Hong Kong. Hal ini untuk salah paham peran yang KEK tersebut telah diputar dalam pembangunan ekonomi Cina dan hubungan mereka terhadap perekonomian domestik.

Empat pertama KEK dibentuk antara tahun 1979 dan 1981 untuk menarik investasi dari kapitalis Cina di Hong Kong, Macao, Taiwan dan Asia Tenggara. Diharapkan bahwa dengan menyediakan infrastruktur dan tenaga kerja murah, bersama dengan konsesi pajak yang menarik, Cina akan mampu laba selisih kurs, transfer teknologi tinggi dan akses ke teknik manajemen asing.

Zona itu pasti sukses dalam menarik perusahaan asing dan dalam waktu kurang dari dua belas tahun Shenzhen pergi dari sebuah desa nelayan kecil ke konurbasi besar dengan penduduk jutaan dan penampilan fisik yang mirip dengan salah satu pusat keuangan dunia barat.

Tingkat pertumbuhan double digit adalah norma dan aktivitas ekonomi terus bergeser dari tenaga kerja murah asli, perakitan berteknologi rendah dari mainan plastik, melalui manufaktur tekstil, untuk perakitan elektronik konsumen. Kemudian, sebagai biaya tenaga kerja naik, mereka semakin berfokus pada sektor jasa: manajemen real estat, asuransi dan perbankan.

Namun, sebagian besar produksi untuk re-ekspor, dan perusahaan asing tidak antusias tentang mentransfer teknologi yang jelas akan digunakan untuk menciptakan masa depan saingan Cina. Cina mempertahankan tarif impor sangat tinggi, rata-rata 35%, untuk melindungi industri sendiri dan, karena itu, perusahaan asing, bahkan di dalam KEK, memiliki sedikit akses ke pasar domestik besar.

Selain itu, meskipun pekerja Cina di KEK dikirimkan laba kembali ke keluarga mereka, Cina harus menanggung biaya menyediakan infrastruktur dan tuntutan untuk energi dan bahan bangunan, khususnya, menghasilkan kekurangan serius dalam perekonomian internal.

Akibatnya, meskipun Cina jelas dipengaruhi oleh SEZ dalam segi pengetahuan tentang pasar luar negeri, standar kualitas, teknik manajemen, akses ke valuta asing dan pendapatan disetorkan, zona tidak memiliki banyak dampak pada struktur perekonomian Cina secara keseluruhan - paling tidak dalam dekade pertama beroperasinya. Itu pengalaman seperti ini yang diminta Bank Dunia sendiri untuk menyimpulkan:

"Khusus rezim investasi asing membuat kantong-kantong yang bermanfaat bagi seluruh perekonomian kecil. Ini mungkin berguna pada awal transisi jika mereka mengirim pesan bahwa negara ini serius tentang reformasi tapi potongan pajak khusus, pengecualian dari bea cukai dan insentif lain untuk orang asing dapat menempatkan investor domestik pada posisi yang kurang menguntungkan dan biaya pendapatan pemerintah sangat dibutuhkan. "17

Tidak ada keraguan bahwa produksi dalam zona dengan produksi kapitalis, walaupun bukan bentuk kimia murni itu karena ada subsidi yang cukup besar dari ekonomi nasional, tapi ini adalah bagian dari rangkaian modal dalam ekonomi internasional, bukan bagian dari sirkuit baru di Cina secara keseluruhan.

Apa yang telah dikatakan tentang KEK juga bisa dikatakan PMA (FDI) secara umum sampai beberapa tahun terakhir. Sekali lagi, ini merupakan kesimpulan mengejutkan karena ternyata banyak yang telah dibuat dari keberhasilan Cina dalam menarik FDI dan peningkatan stabil dalam perannya sebagai pengekspor barang-barang manufaktur. Pada tahun 1994, Cina kedua setelah Amerika Serikat sebagai penerima arus masuk FDI dengan mencapai US $ 33.7bn, dan eksportir terbesar kedelapan dunia.

Namun, untuk sebagian besar tahun 1980-an, FDI hanya sebesar ratusan juta dolar per tahun dan hanya diizinkan di daerah sangat ketat dikontrol luar SEZ's. Sekali lagi, sebagian besar terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan yang merakit atau mengolah bahan-bahan impor untuk re-ekspor dan saat ini, oleh karena itu, hanya berdampak terbatas terhadap perekonomian Cina itu sendiri. Pada tahun 1992, pendapatan ekspor dari KEK itu benar-benar kurang dari biaya impor pada akhir 1980s.18

Namun pertumbuhan ekspor dari perusahaan milik asing telah cepat pada 1990-an, dari 8,3% dari total ekspor pada tahun 1989 sebesar 28,7% di 1.994,19 Perdagangan pada skala yang tidak memiliki dampak terhadap perekonomian domestik tidak hanya secara langsung, dalam hal valuta asing diterima, tetapi juga dengan cara yang lebih fundamental.

Sejak akhir tahun 1980an, di mana pembatasan FDI dapat ditemukan di Cina telah sangat santai sebagai memiliki batas yang sektor ekonomi dapat menerima investasi asing. Jadi, hampir setiap kabupaten di China sekarang memiliki beberapa perusahaan investasi asing (FIEs) dan sektor seperti distribusi dan pembangkit listrik sekarang terbuka untuk investasi asing. Pergeseran terbesar datang setelah tahun 1992 dan "Deng Xiaoping's Southern Tour" setelah Konferensi Partai pada bulan November tahun yang sama sepakat untuk mempercepat liberalisasi reformasi di seluruh negeri.

Secara umum, investasi asing di luar KEK telah terhadap sektor TVE karena skala yang lebih kecil lebih mudah untuk mengembangkan, melengkapi dan mengawasi daripada perusahaan-perusahaan sektor "milik negara", terutama industri berat, bahan bakar dan energi. Ini berarti bahwa dalam sektor TVE memperluas bahwa standar internasional manajemen, produksi, pemasaran, desain dan investasi yang paling terintegrasi.

Menurut definisi, manajemen di sektor ini adalah kewirausahaan dan beroperasi sepenuhnya di luar kendala sisa kementerian perencanaan.

Beberapa indikasi kecanggihan keuangan yang telah dicapai dalam sektor ini diberikan oleh perhitungan Bank Dunia bahwa sebanyak 25% dari FDI yang mengalir ke Cina pada tahun 1992 sebenarnya modal didaur ulang oleh (daratan) perusahaan-perusahaan Cina yang ditransfer dana luar negeri untuk mendapatkan keuntungan konsesi yang diberikan kepada investor asing ketika kembali diinvestasikan di Cina! 20

Ini juga menunjukkan integrasi pengembangan dari kelas kapitalis pribumi ke pasar dunia. Terlebih lagi, perluasan sektor ini memberikan negara Cina dengan kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja sektor yang masih terpusat diarahkan.

sumber : http://revolusipro.blogspot.com/


Minggu, 18 November 2012

Indonesia: Mata Rantai Paling Lemah Kapitalisme Asia Tenggara

Artikel ini menyajikan ringkasan situasi ekonomi kapitalisme Indoneisia masa kini dan masa mendatang. Artikel ini juga melihat implikasi perjuangan kelas pekerja dan mengembangkan garis-garis besar tanggapan programatik sosialis terhadap krisis sistem ini. Kami berpendapat bahwa tanggapan ini muncul di saat yang tepat di mana pemerintahan GusDur-Mega mencoba resep IMF dan ketika para pekerja, petani miskin dan mahasiswa memobilisasikan diri menentang kenaikan harga-harga, yang pada kenyataannya adalah subsidi dari kaum miskin untuk kaum kaya.

Artikel ini merupakan pengantar untuk penerbitan cetak "Di atas Mata Pisau," analisis ekonomi dunia dan Asia setelah kerontokan tahun 1997. Penerbitan dalam bentuk buku akan membuat analisis ini lebih bisa diakses oleh pembaca kelas buruh yang tidak punya akses ke internet. Buku ini merupakan bagian dari Proyek Pendidikan Sosialis Indonesia, kerjasama antara para aktivis Indonesia dan Eropa, yang bertujuan menyumbang pendidikan politik bagi aktivis di Indonesia dan mengakrabkan generasi baru dengan gagasan-gagasan Marxisme.

Sebagaimana biasanya kami mengundang pembaca untuk memberikan saran dan kritik.


Indonesia: Mata Rantai Paling Lemah Kapitalisme Asia Tenggara

Tidak banyak negara yang mengalami kemalangan dramatis seperti Indonesia. Dari yang semula dianggap sebagai salah satu negara paling bagus kinerjanya di kawasan Asia Tenggara di tahun 80an dan 90an, Indonesia barangkali telah menjadi mata rantai paling lemah dari kapitalisme di kawasan tersebut. Kehancuran ekonomi telah melempar negeri ini paling sedikit 20 tahun ke belakang.

Konsekuensi sosial dari krisis ini mengerikan dan akan berlangsung lama. Anak-anak dan orang dewasa, masa depan sembarang warga negara, akan lebih buruk dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Banyak orang mengingatkan kemungkinan akan terjadinya "generasi yang hilang" dari kaum muda yang kurang gizi dan terbelakang secara intelektual. Jumlah anak yang mati karena kekurangan pangan dan kurang terperhatikan kesehatannya setara dengan sembilan bus penuh anak yang jatuh ke jurang tiap hari. Benar, setiap hari 450 anak di negeri yang secara potensial kaya ini menemui kematian.

Selama kerontokan ekonomi tahun 1997, dari semua sistem ekonomi di kawasan tersebut Indonesia adalah yang paling keras terpukul dan sangat sukar untuk segera pulih, walau untuk sementara saja. Tiga tahun setelah dihantam krisis, "pengangguran sangat tinggi, sektor perbankan secara esensial belum bekerja, dan restrukturisasi perusahaan hanya membawa sedikit kemajuan," kesimpulan yang disampaikan oleh Mr. Roth, asisten Sekretaris Negara AS untuk Masalah-masalah Asia Timur.

Di tahun 1998 kegiatan ekonomi menciut sebesar 13,4% dan inflasi mencapai 89%. Di kawasan Asia Tenggara, hanya Thailand yang mengalami penurunan 10% dari GDPnya. Aktivitas ekonomi Hongkong menyusut sebesar 5,1%, Malaysia sebesar 7,5%, Filipina sebesar 0,5%, Jepang 2,1% dan Korea Selatan sebesar 5,8%.

Ketika negara-negara seperti Korea Selatan bangkit dengan cepat di tahun 1999 dengan pertumbuhan 9,8%, ekonomi Indonesia masih terus mengalami kontraksi 0,4%. Pada saat itu, ekonomi negara-negara tetangga Indonesia seperti Filipina tumbuh sebesar 3,2% dan Malaysia tak kurang dari 5,2%.

Pemulihan Hanya Akan Berlangsung Sementara

Paling lunak, ramalan ekonomi Indonesia untuk awal abad baru adalah dengan pertumbuhan 2,4%. Tingkat pertumbuhan ini tidak ada kesamaannya dengan "pertumbuhan yang menakjubkan" yang terjadi sebelum krisis. Pada saat itu angka-angka pertumbuhan yang berkesinambungan telah mentransformasi anatomi dan ukuran ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Itu adalah saat di mana sistem ekonomi yang mengalami pertumbuhan 8% per tahun ukurannya tumbuh menjadi dua kali lipat dalam waktu 9 tahun. Selama tiga dekade tersebut kawasan ini terbiasa dengan pertumbuhan cepat sehingga konsep resesi digunakan secara kendor yang berarti pertumbuhan tahunan 5% yang lambat ketimbang kontraksi ekonomi aktual. Masa tersebut jelas sudah berakhir.

Lambatnya pertumbuhan akhir-akhir ini terutama disebabkan oleh boom ekspor dan kecilnya peningkatan konsumsi domestik. Kenaikan ekspor ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya harga-harga setelah devaluasi mata uang dan pemotongan harga atas biaya margin laba. Ini adalah upaya gila-gilaan untuk tetap menjadi bagian dari pasar dunia. Pemotongan harga tertolong oleh kapasitas surplus besar-besaran di beberapa industri karena jatuhnya permintaan domestik dan ini sedikit saja kaitannya dengan "upaya efisiensi." Namun hal ini tidak bisa dipertahankan terus menerus, terutama karena tiap orang di Asia Tenggara "telah menjual semuanya dengan harga berapapun &endash;-yang bukan merupakan strategi jangka panjang" kata pakar strategi dari Merryl Lynch. "Sekali keuntungan dari depresiasi mata uang jangka pendek habis, permintaan bagi produk-produk di kawasan tersebut akan turun." Ini adalah kesimpulan analis yang lain.

Kuatnya permintaan sangat tergantung pada kapasitas Amerika Serikat dan negara kapitalis maju lainnya untuk menyerap barang-barang import tersebut sebagai dukungan untuk terjadinya pemulihan di Asia. Ini pun sama sekali tidak ada jaminannya di masa beberapa tahun ke depan, karena pada tahap tertentu resesi menjadi tak terhindarkan di negara-negara kapitalis maju tersebut.

Dalam hal ini Indonesia juga berada di urutan belakang. Di tahun 1999 tingkat pertumbuhan ekspor paling kuat muncul dari Filipina dengan angka 25%, Malaysia 10%, Thailand 6%, dan Indonesia hanya jadi liliput dengan 2,6%. Bahkan saat itu, nilai ekspor 1999 masih lebih rendah daripada total tahun 1997. Pertumbuhan ekspor di kawasan Asia Tenggara juga dirangsang oleh meningkatnya permintaan atas barang-barang elektronik. Struktur industri manufaktur Indonesia sebagian besar didominasi oleh tekstil. Sektor elektronik di Indonesia relatif lebih kecil ketimbang negara-negara lain di kawasan tersebut. Ini berarti bahwa Indonesia kurang mendapat untung dari perolehan ekspor dibanding dengan negara-negara tetangga. Namun seperti Malaysia dan Singapura menangguk keuntungan dari industri, Indonesia mendulang keuntungan dari lonjakan kuat harga minyak. Ekspor minyak dan gas Indonesia meningkat sebanyak 15% dalam dolar di tahun 1999, sebagian besar adalah karena adanya lonjakan harga minyak di pasar dunia.

Kekacauan di Pusat Ekonomi

Masalah utama ekonomi kapitalis Indonesia adalah utang sektor swasta (sekitar US$40 milyar) dan hal itu berdampak pada sistem perbankan. Di tahun 1997 bank-bank Indonesia kolaps. Sebagai akibatnya, negeri ini menghadapi sistem perbankan yang semu. Situasi ini memaksa pemerintah menutup dan mengambil alih beberapa bank termasuk aset-asetnya yang berupa lebih dari 170.000 perusahaan berukuran kecil dan menengah. Perusahaan dan bank-bank ini, sisa-sisa dari sektor industri modern yang pernah terbang tinggi, menciptakan kekacauan di tengah-tengah ekonomi. Bank-bank tersebut dilumpuhkan oleh tingginya tingkat utang (diperkirakan hanya 4% dari utang tersebut yang bisa ditutup) dan tingkat ketidakmemadainya modal.

IMF mendesak agar perusahaan dan bank menegosiasikan rencana pembayaran utang. Namun, hingga kini sebagian besar perusahaan dan bank tersebut menolak menanggapi pemberi pinjaman yang sial. Berkat hubungan tingkat tinggi mereka dan administrasi ekonomi serta negara, para kapitalis tersebut berharap bisa lolos dari pembayaran utang-utang mereka. Kroniisme Indonesia, versi modern perampokan para baron di Eropa dan Amerika abad 19, memang bisa dianggap sebagai lisensi untuk melakukan penjarahan.

Harga yang akan dibayar pemerintah untuk menyelamatkan perusahaan dan bank yang bangkrut mencapai US$130 milyar. Jelas bahwa dalam kenyataannya biaya operasi penyelamatan raja-raja bisnis ini akan ditanggung oleh kaum miskin, buruh, dan petani kecil. Mereka adalah kelas-kelas yang akan membayar penghamburan sumber daya yang dilakukan secara tak bermoral oleh para kapitalis. Inilah tujuan rencana-rencana IMF yang dicoba untuk diterapkan oleh pemerintah Gus Dur dan Megawati.

Rendahnya Kepercayaan Pada Stabilitas Indonesia

Bukanlah kebetulan bahwa dalam konteks ini investasi asing turun dengan tajam dan secara umum tidak ada aliran modal swasta yang masuk. Sebagian besar investasi asing yang bersifat langsung adalah berasal dari IMF dan beberapa dana resmi. Sedangkan, investasi langsung swasta asing jumlahnya menurun tajam dengan pengecualian dana yang ditujukan untuk mengambil alih bank bermasalah dan perusahan-perusahaan bangkrut.

Jajak pendapat Asian Wall Street Journal baru-baru ini menunjukkan bahwa 57% pengusaha mengidentifikasikan Indonesia sebagai negara yang paling kurang menyenangkan di Asia Tenggara untuk tujuan investasi langsung. Bagi para kapitalis, Indonesia menjadi negera yang paling kurang menarik di kawasan ini sebagai tempat untuk menanamkan uang dan mengambil keuntungan. Tanpa adanya investasi produktif, tidak akan ada pembicaraan soal pemulihan yang lebih solid.

Sejauh ini, modal asing dan modal domestik lebih menunjukkan minat pada investasi dalam pasar bursa. Salah satu perusahaan pialang menggambarkan Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai pasar yang kinerjanya paling bagus di dunia di tahun 1999, dengan hampir 70% transaksi yang ada terjadi dalam nilai tukar dollar sejak awal 1999. Hal ini sekali lagi menunjukkan watak parasit kapitalisme.

Kinerja industrial masih sangat tidak teratur. Produksi sektor industri masih 60% dari kapasitasnya. Ini merupakan salah satu dari persentase terendah penggunaan kapasitas industrial potensial di kawasan Asia Tenggara. Ini adalah juga ekspresi modern dari overproduksi nyata, krisis klasik ekonomi kapitalisme. Kenyataannya apa yang telah digambarkan sebagai keruntuhan finansial di kawasan tersebut hanyalah wajah finansial dari krisis klasik overproduksi, yang mekanismenya akan dijelaskan di dalam dokumen ini.

Hampir tidak ada investasi di pabrik-pabrik, pembangkit listrik dan gedung-gedung perkantoran terutama di seputar Jakarta. Investasi yang ada hanyalah dalam sumber daya alam, hasil bumi, pertanian, agribisnis dan perikanan. Kebijakan ekonomi pemerintahan Gus Dur-Mega adalah lanjutan kebijakan pendahulunya di bawah Habibie dan Suharto, yaitu kebijakan ekonomi yang memihak keuntungan kapitalis dan tergantung pada IMF. Keunggulan komparatif utama kapitalisme Indonesia adalah "struktur upah buruh yang rendah," sebagaimana diakui oleh Menko Ekuin. "Bahkan sebelum krisis, upah buruh (Indonesia) termasuk paling rendah di dunia." Upah buruh mewakil 5 sampai 10% biaya produksi total. Ini telah dan masih menjadi strategi pemerintah untuk memikat modal asing.

Kelas Buruh dan Petani Kecil
Harus Membayar Krisis Ini

Apa artinya hal ini bagi kelas pekerja Indonesia? Kendati ada sedikit kenaikan UMR, ini berarti terus berlangsungnya ekonomi upah rendah berdasarkan eksploitasi kelas pekerja. Beginilah kondisi bagi daya tahan hidup kapitalisme Indonesia di pasar dunia yang didominasi oleh persaingan keras. Para aktivis gerakan kiri harus mendasarkan diri mereka pada analisis ini untuk menjelaskan bahwa tidak ada solusi bagi kesengsaraan dan eksploitasi kelas buruh dan petani miskin, tidak hanya di bawah pemerintah sekarang ini, namun di bawah kapitalisme itu sendiri.

Logika di balik apa yang ajukan oleh IMF sebagai "reformasi", "rencana penyesuaian struktural", dan berbagai pinjaman, adalah bahwa ekonomi pasar di Indonesia telah terdistorsi atau dirusak oleh kroniisme dan terlalu banyaknya campur tangan serta intervensi negara. Solusinya terletak pada apa yang disebut sebagai ekonomi pasar bebas sejati lewat langkah-langkah deregulasi, fleksibilitas dan swastanisasi bagi perusahaan-perusahaan negara. Ini akan lebih membuka ekonomi Indonesia pada ketergantungan modal asing, eksploitasi yang lebih besar atas sumber daya alam, dan terjadinya kesengsaraan dan ketimpangan yang lebih besar lagi. Hingga saat ini, utang luar negeri Indonesia telah mencapai 95% dari produk nasional kotor tahunan.

Sebagaimana kita ketahui, IMF bukanlah organisasi derma. Seperti halnya Paris Club (kelompok rentenir internasional), lembaga ini menginginkan pinjamannya dilunasi &endash;tentu bersama bunganya. Untuk membayar utang ini, pemerintah memangkas anggaran pendidikan, menjual perusahaan-perusahaan negara dan menekan subsidi hingga menaikkan harga BBM (lebih dari 30%) serta tarif dasar listrik (lebih dari 10%), juga memperkenalkan pajak baru pada minuman ringan, semen, dan lain-lain, yang akan diluncurkan dalam bentuk kenaikan harga.

Dengan cara inilah kaum miskin memberikan subsidi pada orang kaya. Tidak hanya massa perkotaan yang menderita karena kebijakan-kebijakan tersebut. Para petani tidak hanya tergantung pada minyak untuk memasak dan penerangan, namun juga pada pupuk dan pestisida yang harganya akan ikut naik. Satu badan pemerintah berharap inflasi naik paling sedikit 10%. Padahal lebih realistik untuk dikatakan bahwa inflasi bisa naik hingga antara 25 dan 30%.

Para kapitalis dan para pemimpin politik borjuis di Asia Tenggara -termasuk Indonesia&emdash; selama beberapa dekade menyangkal pendapat bahwa macan Asia dan calon macan Asia bisa terkena dampak siklus ekonomi yang naik turun. Banyak orang di Barat sepakat soal ini. Bahkan sekarang setelah malapetaka ekonomi ini, masih banyak analis ekonomi yang tetap mengabaikan proses fundamental ekonomi kapitalis di Asia Tenggara ini. Dengan munculnya apa yang dikenal dengan "Ekonomi Baru" (teknologi informasi dan internet) di Amerika Serikat, yang ekonominya mengalami ekpansi terpanjang dalam sejarah, para dukun kapitalisme meramalkan hal yang sama. Sekali lagi mereka akan terbukti keliru.

Krisis Sementara?

Tak disangkal bahwa bagian terpenting dari pemikiran politik kelas buruh dan petani dibentuk oleh tahun-tahun pertumbuhannya di masa lalu. Kendati terjadi eksploitasi kejam dan meningkatnya ketimpangan dalam masa tiga puluh tahun, tahun-tahun tersebut juga mempunyai arti terjadinya pertumbuhan penghasilan dan daya beli, serta menurunnya kemiskinan. Di tengah-tengah massa, harapan dan ilusi bahwa "krisis" ini hanya sementara pastilah masih ada. Jelas pemerintah dengan sinis memainkan kartu ini. "Kenaikan harga dan sebagainya itu disebabkan oleh 'force majeure'," kata Gus Dur. Pernyataan Gus Dur ini jelas: hal-hal itu adalah pengecualian dan bersifat sementara, setelah ini kita akan segera kembali pada keadaan sebelum 1997.

Namun tidak ada kemungkinan untuk kembali pada periode sebelum krisis. Dalam pengertian ini, Indonesia dan negeri-negeri lain di kawasan tersebut sebenarnya sudah "kembali normal" setelah pengecualian selama tiga puluh tahun yang tidak akan dan tidak bisa diulang. Alasan-alasan tentang ketidakmungkinan tersebut dijelaskan dalam dokumen "Di Atas Mata Pisau" ini. Apakah ini berarti bahwa tidak akan ada saat pertumbuhan lebih jauh lagi? Yang akan terjadi adalah justru sebaliknya. Saat-saat pertumbuhan akan diikuti oleh periode kontraksi. Boom menyediakan tempat bagi resesi, resesi yang sejati di mana ekonomi tidak akan mengalami pertumbuhan lagi. Beginilah cara kerja sistem kapitalis. Pemulihan tidak akan membawa ekonomi kembali pada tingkat boom sebelumnya.

"Siklus konjungtural dalam kehidupan kapitalisme memainkan peran yang sama seperti, contohnya, siklus sirkulasi darah dalam hidup organisme. () Dari keadaan denyut jantung, dalam kaitannya dengan gejala-gejala yang lain, dokter bisa menentukan apakah ia berurusan dengan organisme yang kuat atau lemah, sehat atau sakit." Ini adalah kesimpulan teoretisi Marxis Leon Trotsky, kawan seperjuangan Lenin.

Fluktuasi konjungtural di kawasan Asia tenggara, khususnya Indonesia, akan lebih kacau, lebih sering, dan lebih tak bisa diramalkan dari sebelumnya. Watak asli dari periode-periode ekspansi akan berbeda. Ia hanya akan melakukan penyerapan parsial dari begitu banyaknya pengangguran dan ini hanya sedikit saja mengurangi jumlah kaum miskin. Ketimpangan akan terus meningkat. Stabilitas sosial dan politik tidak akan masuk dalam agenda. Arah ekonomi dan politik akan jauh berbeda dari sebelumnya. Kejutan-kejutan dalam proporsinya yang besar akan terjadi di masyarakat dan akan dirasakan dalam setiap aspek kehidupan sosial kemanusiaan: dalam hubungan agama dan etnis dan khususnya dalam lingkupnya yang paling penting, dalam hubungan antara kelas-kelas sosial itu sendiri dan negara kapitalis dan militer.

Indonesia jauh lebih rentan ketimbang negeri-negeri lainnya di kawasan tersebut dalam hal pertarungan politik, sosial, agama dan etnik. Walaupun, hingga kini, aspek agama dan etnik dari instabilitas ini nampaknya dominan, ceritanya akan lain di masa mendatang.

Kemungkinan Baru bagi Kebangkitan Kelas Buruh

Sedikit pemulihan ekonomi yang digabung dengan turunnya jumlah pengangguran, bersama-sama dengan pertumbuhan pesanan dan keuntungan perusahaan, akan membuka siklus baru perjuangan ekonomi ofensif (untuk kenaikan upah dan kondisi lebih baik) di pihak kelas buruh. Menteri Perdagangan dan Industri, Luhut Pandjaitan, baru-baru ini mengakui bahwa "meningkatnya pemogokan buruh adalah salah satu masalah yang dibicarakan dalam pertemuan mingguan kabinet." Walaupun aksi-aksi buruh masih terpecah dan tidak terorganisir dengan baik, perjuangan yang ofensif tersebut akan dibarengi oleh kehendak untuk berserikat. Sekitar 29 federasi serikat "nasional" yang muncul dalam beberapa tahun terakhir adalah indikasi adanya kecenderungan ini.

Para boss dengan penuh perhatian menyiapkan diri untuk menghadapi situasi baru ini. "Dewan Pengembangan Usaha Nasional Indonesia sedang mencari mekanisme baru untuk mengatasi perselisihan buruh antara pekerja dan pemilik pabrik, yang kemungkinan menjadi lebih sering karena ekonomi membaik dan tuntutan upah &endash;yang mandeg selama krisis&emdash;mencuat kembali. () Dewan tersebut ingin melihat dibentuknya satu komite yang mewakili bisnis, pemerintah, dan serikat-serikat pekerja yang akan menengahi perselisihan buruh. Harus ada pemahaman (di kalangan buruh) bahwa sebelum mereka mogok, akan ada tim yang berbicara pada merekaƉ atau kita akan bernegosiasi dengan perusahaan yang bertanggung jawab mengenai seberapa besar kenaikan bisa dibuat." (Australian Financial Review, 21 Maret 2000).

Dengan melaksanakan hal ini mereka bermaksud menaikkan para pemimpin yang bisa diajak bekerja sama dalam gerakan buruh, seperti Muchtar Pakpahan dari SBSI yang menyatakan secara terbuka penentangannya terhadap aksi-aksi mogok karena hal tersebut membahayakan perekonomian. Karena dilemahkan untuk sementara oleh krisis dan pengangguran massal, pemotongan upah, ketidakamanan kerja, maka 90 juta kelas pekerja yang kuat tidak mampu memainkan peranan memimpin saat jatuhnya Suharto dan proses politik yang terjadi dalam dua tahun terakhir.

Dalam konteks serangan baru (rencana-rencana IMF) dan sedikit pemulihan ekonomi, gerakan kelas buruh yang masih muda mulai menyatakan dirinya. Ini telah jelas terlihat dengan meningkatnya jumlah pemogokan di Jabotabek seputar bonus Idul Fitri tahun ini. Angka-angka terbaru dari Markas Besar Polisi di Jakarta menunjukkan kenaikan dramatis aksi-aksi buruh: dalam empat bulan pertama tahun ini tercatat 600 pemogokan yang harus dilakukan intervensi terhadapnya. Pada bulan April 2000 saja angka-angka ini mencapai 224 kali pemogokan. Seluruh periode perjuangan ekonomi yang berhasil akan meningkatkan rasa percaya diri kaum proletar Indonesia. Ini bisa menjadi pengantar bagi dari sebuah serangan yang lebih politis.

Itulah sebabnya mengapa keliru mengecilkan makna aksi mogok para buruh semata-mata karena hal itu dimulai dari tuntutan-tuntutan ekonomi. Dalam konteks Indonesia, dengan peran politik tentara dan intervensi negara di dalam serikat buruh dan konflik sosial, jalan dari tuntutan ekonomi "murni" ke arah tujuan-tujuan yang lebih politik dalam perjuangan sangatlah dimungkinkan. Tidak terdapat suatu dinding pemisah yang bagaikan tembok tak dapat ditembus antara aspek "ekonomis" dan "politik" di dalam pemogokan. Pemogokan bisa dimulai dari persoalan-persoalan ekonomi yang paling dasar dan berakhir di tingkat politik tinggi. Arah sebaliknya bisa juga terjadi. Yang paling penting untuk diingat adalah bahwa massa buruh belajar dari pengalaman. Pengalaman konkret dalam perjuangan adalah sekolah politik dan serikat buruh yang terbaik. Begitulah bagaimana mereka keluar dari rutinitas pemikiran dan aktivitas mereka. Pada saat itulah mereka akan lebih terbuka untuk mempertanyakan prasangka-prasangka lama dan akan mau belajar. Para buruh yang semakin aktif akan terpengaruh oleh proses menjadi sadar-kelas ini.

Tentunya serikat pekerja dan aktivis kiri mempunyai peranan penting dalam peristiwa-peristiwa tersebut, untuk membuat para buruh yang tadinya belum sadar agar menyadari naluri sosialis dan anti kapitalis kaum buruh. Ketika kelas buruh mulai menggerakkan ototnya, kelas ini juga mencari suatu program untuk membebaskan dirinya dari perbudakan kapitalisme modern.

Diperlukan Program Sosialisme

Titik tolak bagi tuntutan apapun adalah syarat mutlak untuk mempertahankan kepentingan pekerja. Tuntutan-tuntutan gerakan harus ditujukan untuk mulai dari keprihatinan-keprihatinan langsung para buruh dan keluarga mereka serta merumuskan solusi yang meningkatkan pemahaman mereka tentang watak tak terdamaikan dari berbagai kepentingan kelas dalam masyarakat. Lewat perjuangan tuntutan-tuntutan ini, para buruh akan meningkatkan kesadaran mereka akan perlunya menggulingkan kapitalisme dan mengadakan tranformasi sosialis atas masyarakat.

Tuntutan-tuntutan defensif seperti pembatalan kenaikan harga dan adanya kontrol atas harga di tangan komite-komite buruh dan petani, serta penghentian privatisasi, harus dikombinasikan dengan tuntutan-tuntutan ofensif seperti kenaikan upah minimum sesuai dengan standar hidup minimum, bukan standar fisik minimum yang ditentukan sembarangan oleh "dewan upah" (akan lebih baik bila angka konkret bisa dicantumkan, dengan penentuan upah minimum berdasarkan standar hidup minimum yang diajukan oleh buruh), pengurangan jam kerja menjadi 32 jam seminggu tanpa pengurangan upah, hak untuk berorganisasi secara bebas di pabrik-pabrik, pengakhiran peran militer dalam politik dan konflik sosial, pembatalan hutang luar negeri, nasionalisasi kekayaan Suharto dan kroninya serta penggunaannya bagi kebutuhan sosial rakyat, dan sebagainya.

Ketika para pengusaha mulai menjerit bahwa mereka tidak bisa membayar tuntutan sederhana para buruh tersebut, kita akan meminta para pekerja memeriksa rekening para pengusaha itu. Maka mereka akan mempelajari ke mana perginya kekayaan yang dihasilkan oleh keringat dan darah mereka. Mereka akan belajar mekanisme laba kapitalis. Kita tidak hanya akan menuntut hal ini di tingkat pabrik atau perusahaan, namun juga pada tingkat seluruh masyarakat.

Secara lebih umum, kita harus mengusulkan program untuk reorganisasi total masyarakat lewat transisis dari kapitalisme ke sosialisme.

Kita bisa memulainya dengan sebuah program mendesak dan masif dari kerja-kerja yang berguna secara ekologis dan sosial: membangun kembali sistem transport publik gratis, lebih banyak kereta api, bis, memperbaiki jalan, dan lain-lain. Pembangunan jutaan rumah, jaminan sistem pembuangan limbah dan tersedianya air minum untuk setiap kota dan kampung. Pemeliharaan kesehatan gratis bagi setiap orang lewat rumah sakit, klinik, dan sebagainya berdasarkan sistem kesehatan nasional. Pendidikan untuk semua orang dan tidak hanya untuk mereka yang mempunyai kondisi kehidupan yang baik.

Untuk membiayai hal-hal tadi, nasionalisasi kekayaan Suharto (sekitar US$16 milyar) akan menjadi langkah bagus ke depan, namun belum cukup. Nasionalisasi perusahaan-perusahaan besar (domestik dan asing), bank-bank dan institusi keuangan dan kekayaan hutan dan mineral adalah langkah yang perlu untuk memperoleh kendali atas ekonomi. Dalam hal tertentu, ini lebih mudah dari sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir ini, kapitalisme telah memusatkan penggerak keuangan dan ekonomi domestik ke dalam tangannya lewat nasionalisasi paksa atas sistem perbankan dan konsentrasi kekuatan ekonomi yang berada di tangan klan Suharto. Inilah satu-satunya makna yang bisa kita berikan pada istilah "ekonomi rakyat." Nasionalisasi ini harus di bawah manajemen dan kendali buruh. Kontrol ekonomi ini perlu untuk bisa merencanakan penggunakan sumber daya keuangan dan ekonomi bagi keuntungan mayoritas rakyat dan tidak lagi keuntungan bagi segelintir orang. Dengan menasionalisasikan bank dan industri pertanian, kita bisa menjamin kredit murah bagi usaha kecil dan petani dan juga traktor murah, pestisida dan pupuk.

Program seperti ini tentunya tidak akan dijalankan oleh pemerintah borjuis manapun. Hanya pemerintahan buruh dan petani, yang didasarkan atas dewan buruh, petani, mahasiswa, kaum miskin kota dan pemilik warung kecil yang dipilih secara demokratik bisa menjamin hal ini. Federasi sosialis Indonesia dengan cepat akan menjadi teladan bagi negeri-negeri lain di kawasan tersebut untuk mewujudkan federasi sosialis demokratik dan harmonis yang sejati di Asia Tenggara.

http://www.militanindonesia.org/analisa-politik/

Kapitalism Reality

Kapitalisme Sedang Menggali Kuburnya Sendiri


Kapitalisme merupakan sistem ekonomi yang, secara inheren, selalu tertelungkup di dalam krisis. Ia dikendalikan oleh kekuatan yang menyebabkannya tidak stabil, anarkis, dan seringkali melukai dirinya sendiri. Jadi benar apa yang telah dikatakan oleh Marx—bersama Engels—sekitar lebih dari 150 tahun yang lalu dalam Manifesto Komunis, yang mana kapitalisme ia gambarkan sebagai kekuatan “yang telah menjelmakan alat-alat produksi serta alat-alat pertukaran yang begitu raksasa, ... seperti tukang sihir yang tidak dapat mengontrol lagi tenaga-tenaga dari alam gaib yang telah dipanggil olehnya dengan mantra-mantranya.”

Pernyataan Marxis di atas sungguh benar dan tak terbantahkan. Fakta-fakta hari ini telah memberi penegasan akan ketepatan analisa Marx tersebut, bahwa kapitalisme telah tiba di jalan buntu. Ia telah menumpuk kontradiksi-kontradiksi selama berpuluh-puluh tahun. Krisis sekarang ini adalah sebuah manifestasi pemberontakan kekuatan produksi atas belenggu sistem kapitalis.

Tak ayal lagi, dengan begitu, kapitalisme akan meledak dan jatuh berantakan. Pengangguran massal jangka panjang akan menjadi fenomena kusut yang tak terelakkan. Akan—dan bahkan sudah—terjadi penyelewengan kekuasaan dalam skandal korporasi. Ini bukan asumsi kasar yang tanpa dasar. Karena, faktanya, telah terjadi tren menurun dari kerja-kerja kapital di negara-negara kapitalis besar. Bahkan, Amerika Se-rikat, yang selama ini dielu-elukan sebagai “sarangnya orang-orang pintar dan teoritikus-teoritikus kapitalis”, tengah mengalami kebangkrutan, tidak mampu membayar utang publik sebesar 14,3 trilyun dolar AS pada Agustus 2011 ketika administrasi Obama pada menit-menit terakhir membuat perjanjian baru untuk menaikkan limit utang mereka. Bersamaan dengan itu pula, lebih dari dua juta rakyat AS tidak mendapat layanan asu-ransi kesehatan Ini sekaligus mengingatkan kita pada paceklik yang pernah melanda sekitar 1,5 juta warga AS pada tahun 2002.

Bagi Marx, eksistensi yang timpang dan miskin saja bukanlah penyebab dari perlawanan buruh terhadap sistem kapitalis. Problem ‘timpang’ dan ‘miskin’ seperti ini sudah menjadi bagian dalam keseharian buruh yang sedang bekerja untuk kepentingan akumulasi modal kapitalis. Dampak besar bagi masyarakat buruh, secara ideologis maupun sosial, adalah ketidakamanan, ketidakstabilan dan perubahan-perubahan ekstrim yang merupakan konsekuensi dari krisis kapitalisme. Dalam Kapital I, Marx menulis:

“Karakter sosial yang inheren dalam bentuknya yang kapitalistik [dalam kapitalisme], menghalau seluruh kepastian dan keamanan dalam situasi buruh; betapa ini akan terus mengancam, dengan menguasai alat-alat kerja, merebut dari tangannya sarana subsistensinya, dan ... membuatnya tak berguna. Kita telah melihat juga, bagaimana antagonisme [kelas] ini melubangi kemarahannya ... dengan korban manusia yang terus berjatuhan dari kalangan kelas buruh ... mengubah setiap progres ekonomi menjadi bencana sosial.” (Capital I)

Pendek kata, krisis dalam kapitalisme berarti bahwa sesungguhnya sistem ini samasekali tidak mampu menjamin kelangsungan hidup kelas buruh, bahkan terhadap remah-remah yang dilemparkan olehnya kepada kelas buruh.

Krisis kapitalis juga berdampak besar bagi ‘kedamaian’ kaum kapitalis. Mereka memecah—apa yang disebut oleh Marx sebagai—“operasi persaudaraan kelas kapitalis” dan memunculkan pertarungan habis-habisan di antara mereka sendiri agar masing-masing dari mereka bisa tetap bertahan dari kebangkrutan. Oleh sebab itu, krisis ekonomi, bahkan dalam skala yang relatif kecil, bisa membawa pada kebingungan ideologis dan ketidakstabilan politik di antara kelas yang berkuasa; sebuah proses intensifikasi dari perang dan perjuangan kelas. Dalam Kerja-Upahan dan Kapital Marx berpendapat bahwa krisis “membawa kehancuran paling mengerikan di dalam gerbong kereta mereka dan, seperti gempabumi, akan menyebabkan pondasi-pondasi masyarakat borjuis terguncang. Dengan demikian, dampak dari guncangan krisis kapitalis adalah terbentuknya kemungkinan akan terjadinya perubahan revolusioner; bukan sebagai jaminan, tetapi sebagai ‘kemungkinan-niscaya’ di tangan kelas buruh.

Lenin, seorang Marxis Rusia, sebagai pemimpin Revolusi Oktober 1917, pernah menulis, bahwa penindasan saja, tidak peduli sehebat apa, tidak selalu membangkitkan situsasi revolusioner dalam suatu negara. Dalam sebagian besar kasus, hal seperti ini tidak cukup untuk menggerakkan revolusi meskipun masyarakat kelas bawah sudah tidak betah hidup dengan cara yang lama. Situasi seperti ini harus ditindaklanjuti dengan adanya krisis ekonomi; bersama itu pula, harus terjadi polarisasi, konflik-konflik dan ketidakstabilan.

Lebih jauh, hal di atas, kemudian, bermakna baru: terjadinya krisis akut dalam kapitalisme sekarang, mengandaikan bahwa perubahan revolusioner tidak hanya ‘mungkin’, tetapi ‘harus’ dan ‘perlu’. Seperti pernah disampikan oleh Marx dan Engels dalam Manifesto Komunis, perjuangan kelas, secara historis, adalah “perjuangan yang tiada putus-putusnya, ... suatu perjuangan yang setiap kali berakhir dengan penyusunan kembali masyarakat ... atau dengan sama-sama binasanya kelas-kelas yang bermusuhan.” Bahwa, faktanya sekarang, apa yang sedang terjadi, kapitalisme seperti akan membawa pada “kehancuran bersama”, karena melibatkan semua komponen. Sebuah kehancuran yang paling ditakutkan, digambarkan oleh Marx, yang akan menghasilkan kemiskinan, kelaparan, kerusakan lingkungan dan perang yang terus meningkat sejak kelahirannya. Oleh karena ini juga, Marx dan Engels mengatakan bahwa sifat krisis dari kapitalisme telah menciptakan keharusan akan sosialisme, tidak hanya untuk menghapus kemiskinan dan ketimpangan, tetapi juga untuk menyingkirkan bencana ekonomi dan sosial yang endemik dalam sistem kapitalisme.

Di sinilah, kemudian, tesis Marxis mengenai kapitalisme sebagai penggali kuburnya sendiri; mengenai krisis sebagai sifat yang inheren di dalam kapitalisme, mendapati afirmasi ilmiahnya. Marxisme bukanlah ungkapan-ungkapan omongkosong. Marxisme mampu menjelaskan sebab-sebab krisis dari kapitalisme dan bagaimana kelas buruh harus merebut kekuasaan politik dari tangan kapitalis.

Di buku tersohornya, Capital, Marx “menelanjangi hukum gerak ekonomi masyarakat modern [masyarakat kapitalis]” (Capital I). Seorang ahli ekonomi terkenal di abad 18, Adam Smith, berpendapat bahwa kapitalisme dan pasar bebas berasal dari suatu “kecenderungan yang ada di dalam sifat manusia ... untuk memindahkan, menukarkan, memperdagangkan barang yang satu kepada yang lain.” Ahli ekonomi yang lain, Lionel Robbins, menyatakan bahwa kapitalisme mencakup “serangkaian dari saling-ketergantungan ... relasi-relasi antara manusia dan barang-barang ekonomik.” Ini berkebalikan dengan apa yang dikatakan oleh Marx dalam bahwa “hubungan antara kerja-upahan dengan kapital menentukan keseluruhan karakter dari modus produksi kapitalis.” (Capital III) Marx melampaui studi yang hanya mengenai proses pertukaran—yakni mengenai pembelian dan penjualan—yang menyembunyikan apa yang sedang terjadi di balik yang tampak. Sebagaimana Marx katakan dalam The Grundrisse, “seorang buruh yang membeli sebungkal roti dan seorang milyuner yang melakukan hal sama nampak, dalam aksinya, seperti sebagai pembeli biasa, ... sang pemilik toko makanan hanya nampak sebagai penjual. Seluruh aspek yang lain di sini dimatikan.” Dengan memfokuskan hanya pada aturan dan mekanisme pertukaran, para ahli ekonomi borjuis akan mengklaim bahwa seluruh partisipasi setara dari setiap orang dalam ekonomi kapitalis, entah itu orang kaya atau miskin, memiliki hak yang sama untuk membeli roti atau kapal pesiar dengan harga tertentu. Akan tetapi, dengan menganalisa di dalam ranah produksi - “relasi antara kerja-upahan dan kapital” - Marx mampu mengekspos kontradiksi kelas di dalam sistem tersebut yang dilupakan oleh para ahli ekonomi kapitalis.

Para ahli ekonomi borjuis juga memandang relasi kapitalis sebagai tataan alami yang lahir dari “kecenderungan sifat manusia,” sebagaimana yang telah diklaim oleh Adam Smith. Sebagai hasilnya, bagi mereka, “pasar-dunia, penghubung-penghubungnya, gerakan-gerakan harga-pasar, periode-periode kredit, siklus-siklus industrial dan perdagangan, pergantian kejayaan dan krisis, menjelma ... seperti sedang menganugerahkan hukum alam yang tak terkendali yang memaksakan keiinginannya atas mereka dan berhadapan dengan mereka sebagai keharusan yang memaksa.” (Capital III) Selanjutnya Marx mengatakan bahwa “proses produksi kapitalis secara historis menentukan bentuk dari proses produksi sosial secara umum.” (Capital III) Marx mencoba menganalisis kapitalisme dan pasar secara historis, bukan sebagai produk statis dari “hukum alam”, tetapi sebagai sistem dinamis yang, seperti masyarakat-masyarakat lain, terbentuk dalam suatu tahapan tertentu di dalam sejarah manusia, dan perlahan digerogoti oleh kontradiksi-kontradiksi internalnya sendiri.

Jantung dari seluruh masyarakat manusia, menurut Marx, adalah produksi: yakni produksi barang-barang yang dibutuhkan untuk mempertahankan eksistensi masyarakat tersebut. Di dalam masyarakat kelas, elemen kuncinya adalah bahwa suatu kelas di dalam masyarakat mengambil produk kerja dari kelas yang lain untuk dirinya sendiri. Di bawah feodalisme, misalnya, para tuan mengambil hasil kerja ‘sang hamba’. Para hamba akan menghabiskan sebagian dari kerja seminggunya untuk memproduksi barang-barang bagi dirinya, dan sebagiannya lagi digunakan untuk memproduksi barang-barang bagi tuannya. Para hamba akan memproduksi lebih dari yang dikonsumsinya, dan lebihnya diberikan kepada para tuan bangsawan. Marx menyebut kerja ekstra ini dengan istilah “surplus labor—atau ‘kerja lebih”, dan ekstraksi dari ‘kerja lebih’ ini disebut eksploitasi.

Di bawah kapitalisme, dua yang saling berhadap-hadapan bukan lagi tuan dan hamba, tetapi kelas kapitalis dan kelas buruh—dengan corak eksploitasi yang lebih halus, meskipun berdampak lebih besar, dibanding dengan di jaman feodal. Elemen sentral dari analisis Marx mengenai kapitalisme adalah bagaimana kapitalis bisa memperoleh ‘kerja-lebih’ dari buruh. (Mengenai hal ini, saya akan mengulasnya di waktu yang lain).

Krisis kapitalisme yang sekarang tengah melanda Eropa, Amerika, dan di benua lain termasuk Asia dan Afrika, telah membuktikan bahwa kapitalisme tidak mampu membuang tungkup krisisnya—bahkan semenjak kelahirannya. Sungguh, janji-janji yang dilontarkan oleh para ideolog kapitalis telah mengecewakan milyaran rakyat yang berada di seluruh penjuru dunia. Pertanyaannya, dengan melihat kondisi obyektif dari kapitalisme yang sudah sedemikian parah, apakah kelas buruh, sebagai elemen paling progresif, bisa segera merapatkan barisan dan mengkonsolidasi diri guna mempersiapkan perebutan atas alat-alat produksi dari tangan kapitalis; atau sebaliknya, menunggu kehancuran kapitalisme seturut dengan alur sejarah?

Jika kelas buruh menerima konsekuensi-konsekuensi dari tiap-tiap krisis, maka sistem kapitalis akan tetap bertahan hingga ia memproduksi “keruntuhan bersama”. Bila demikian, sebuah revolusi akan terjadi semata-mata tergantung pada arah gerak sejarah. Tetapi, jika tidak mau disebut ‘salah’, ini adalah perspektif yang naif dan malas. Meskipun karena kontradiksi internalnya kapitalisme akan runtuh dengan sendirinya, bukan berarti dengan serta-merta—bahkan mungkin tidak samasekali—kelas buruh akan merebut kekuasaan ekonomi-politik dari tangan kelas kapitalis. Leon Trotsky, dalam Revolusi Permanen mengatakan:

“...Kekuasaan akan beralih ke tangan kelas buruh tergantung bukan secara langsung pada level kekuatan produksi, tetapi tergantung pada relasi kekuatan-kekuatan sosial di dalam perjuangan kelas, pada situasi internasional, dan pada akhirnya, tergantung pada beberapa faktor subjektif: tradisi, inisiatif, dan kesiapan kelas pekerja untuk berjuang.”

Itu artinya, meskipun kapitalisme sekarang tengah menggali kuburnya sendiri, ia belum benar-benar mati. Kematian kapitalisme akan bersifat permanen ketika kelas buruh mampu merebut kekuasaan ekonomi-politik yang ada di tangannya. Kelas buruh harus segera menghancurkan dan mengganti sistem kapitalis yang selalu dirundung krisis ini dengan sosialisme. Karena jika tidak, sebagaimana kata Marx, maka pilihannya adalah barbarisme.

http://www.militanindonesia.org/