Senin, 12 November 2012

Cara membuat skripsi

-->
STEMPELTUGAS TATA CARA PEMBUATAN SKRIPSI
Oleh:
Alfian Maulana (2011130015) Jurusan: Ilmu Politik, FISIP UMJ
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.

1)    Kutipan Dari Tata Cara Menulis Skripsi
Kutipan yang di maksud diatas adalah kutipan yang ada disebuah skripsi yang berupa tulisan dan kutipan tersebut mengambil dari pendapat orang lain, tetapi harus didasari kepustakaannya.
Contoh:
“Pengertian politik secara sempit, yaitu bidang politik lebih banyak berkaitan dengan para pelaksana pemerintahan negara, lembaga – lembaga tinggi negara,”,1


1 Budiardjo Miriam, Dasar-dasar Ilmu Politik-Pengertian Politik,Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2002.


2)    Definisi, Contoh & Membuat Catatan Kaki Foot Note –

I. Definisi & Pengertian Umum Catatan Kaki / Foot Note

Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku. Catatan kaki biasanya dicetak dengan huruf lebih kecil daripada huruf di dalam teks guna menambahkan rujukan uraian di dalam naskah pokok. Catatan kaki untuk artikel yang diambil dari internet, cantumkan nama pengarang, judul artikel, tuliskan online (dalam kurung) diikuti alamat situsnya, seperti http:/ www.ed.gov./... yang memudahkan pembaca untuk mengakses sumber tersebut.

II. Jenis & Contoh Catatan Kaki / Foot Note
Sekarang kita akan mempelajari pencantuman sumber kutipan pola konvensional. Cara pencantuman sumber kutipan dengan menggunakan pola konvensional, yaitu menggunakan catatan kaki atau foot note.

Perhatikan contoh penggunaan catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer karya Jujun Suriamiharja berikut! Perhatikan pula nomor pada teks dan keterangan sumbernya pada catatan kaki.



III. Unsur Catatan Kaki :

1.      Nama >Nama depan balik kebelakang
2.      Judul Buku, di tulis miring
3.      Kota penerbit
4.      Penerbit
5.      Tahun Terbit
6.      Halaman Buku

Contoh :
Ilmu dan Moral

Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah [1] Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?[2]












Bagi penulis, penggunaan catatan kaki ini sedikit lebih merepotkan dibandingkan dengan cara Harvard karena harus mengatur ruang pada bagian bawah halaman untuk tempat catatan kaki. Akan tetapi, bagi pembaca catatan kaki ini sangat memudahkan mengetahui sumber tanpa harus melihat daftar pustaka yang letaknya di bagian akhir buku.

IV. Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).

V. Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).

Perhatikan contoh berikut!

2.        Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3.        Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4.        Ibid., hal. 15
5.        Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17


Catatan kaki di atas menunjukkan bahwa sumber nomor 4 sama dengan sumber nomor 3. Sumber nomor 5 sama dengan nomor 2.





VI. Penomeran.
1. Bagian   Awal,   nomor   halaman   ditulis   dengan   angka   romawi   huruf   kecil (i,ii,iii,iv,…).Posisi di tengah bawah (2 cm dari bawah). Khusus untuk lembar judul dan lembar pengesahan, nomor halaman tidak perlu diketik, tapi tetap dihitung.
2. Bagian Pokok, nomor halaman ditulis dengan angka latin. Halaman pertama dari bab pertama adalah halaman nomor satu.  Peletakan nomor halaman untuk setiap awal bab di bagian bawah tengah, sedangkan halaman lainnya di pojok kanan atas.
3. Bagian akhir,  nomor halaman ditulis di bagian bawah tengah dengan angka latin dan merupakan kelanjutan dari penomoran pada bagian pokok.
4. Nomor halaman ditempatkan 1,5 cm di sebelah kanan atas, kecuali kalau ada judul  atau bab.


VII. Dalam sebuah buku sering ditulis kata ibid sebagai catatan kakinya

Ibid (dari bahasa Latin, kependekan dari kata “ibidem” yang berarti “tempat yang sama”) adalah istilah yang digunakan pada catatan kaki atau referensi yang menunjukkan bahwa sumber yang digunakan tersebut telah dikutip juga pada catatan kaki sebelumnya. Hal seperti ini sama artinya juga dengan idem (yang berarti telah disebutkan sebelumnya atau sama) disingkai “Id.,” yang umum digunakan pada kutipan legal.
Contoh penggunaan ibid:
[1] Ferdian., “tindakan kecil orang-orang besar”, RumbiPress, 2010, hal.23
[2] Ibid
[3] Id. at 29.
Referensi dari catatan kaki no. 2 adalah sama dengan no. 1
(Ferdian, “tindakan kecil orang-orang besar” pada hal 23), sedangkan referensi no 3 menunjukkan sumber yang sama tetapi hal yang berbeda, halaman 29.
Sumber dari ibid adalah tepat pada no sebelumnya.
Selain ibid, juga dikenal bahasa kutipan lain yaitu Op.Cit (opere citato/kutipan sebelumnya yang telah diselangi oleh kutipan sumber lain) dan loc.cit (locere citato=kutipan yang telah disebutkan pada halaman/bab selanjutnya). Penggunaan loc.cit dan Op.Cit sekarang sudah jarang digunakan lagi.
Dalam metode kutipan Kate.L.Turabian (oxford) kutipan tersebut diganti dengan sebagian nama penulis, sebagian nama buku, dan halaman.klasifikasi catatan kaki
Contoh penggunaan Op.Cit:
1Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
2Daniel Goleman, Emotional Intelligence. (Jakarta: Gramedia, 2001), 161.
3Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000), 63-87.
4Rahardjo, Op.Cit., 125.
Contoh penggunaan lo.cit:
1Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15.
2Suwandi, Loc.Cit
Tapi ada perbedaan mazhab catatan kaki antara Indonesia dan Barat. Sebagai perbandingan,

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Catatan_kaki
http://kharis90.wordpress.com/2008/11/07/catatan-kaki/
http://herumuawin.blogspot.com/2009/01/kutipan.html/
*Referensi

3)    PENULISAN DAFTAR PUSTAKA :
1.    Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok tulisan ilmiah.
2.    Ditulis menurut kutipan-kutipan
3.    Menggunakan nomor urut, jika tidak dituliskan secara alfabetik
4.    Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama keluarga
5.    Gelar tidak perlu disebutkan.
6.    Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
7.    Bila   terdapat   lebih   dari   tiga   pengarang,   cukup   ditulis   pengarang   pertama   saja dengan tambahan ‘et al’.
8.    Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum memiliki urutan sebagai berikut : Nama  Pengarang,   Judul  karangan  (digarisbawah  /   tebal   /  miring),  Edisi,  Nama Penerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan.
9.    Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000


4)  PENULISAN TABEL :
1.    Judul tabel ditempatkan simetris di atas tabel, tanpa diakhiri dengan titik.
2.    Tabel tidak boleh dipenggal,  kecuali kalau tidak mungkin diketik dalam satu halaman.  Pada halaman  lanjutan  tabel  dicantumkan nomor   tabel  dan ditulis kata (lanjutan) tanpa judul.
3.    Kalau tabel dibuat memanjang kertas, maka bagian atas tabel harus diletakkan disebelah kiri.
4.    Tabel diketik simetris.
5.    Tabel  yang  lebih dari  2 halaman atau yang harus dilipat,  ditempatkan pada lampiran.
      Cara memasukkan tabel adalah Insert    Table. Atau dengan menekan menu Table    Insert    Table. Dan diatur sesuai dengan prosedur.
6.    Tabel   atau   gambar   diberi   nomor   urut   dengan   angka  Romawi   besar   sesuai dengan nomor bab, bilamana perlu diikuti dengan angka Arab yang dipisahkan dengan titik. Caranya dengan, klik kanan gambar     caption.





[1] Taufiq Ismail, Filsafat Syariat Puisi Taman Ismail Marzuki, (Purwokerto : Prenada Media,2003), Hlm.12
[2] Kompas,Sosial Budaya, Yogyakarta :  25 Mei 1981.

Konfusius Realita yang bisa di mengerti

Konfusius Mengajarkan Cinta, Keramahtamahan dan Sopan Santun


Konfusius



Lebih dari duaribu tahun yang lalu, Konfusius atau Kong Hu-Cu (551 SM – 479 SM) lahir kedunia dan membawa ajaran cinta, keramahtamahan dan sopan santun. Dilahirkan di kota kecil Lu (kini termasuk provinsi Shantung di timur laut daratan Cina) dia telah ditinggal mati ayahnya dalam usianya yang masih muda, sehingga harus hidup sengsara bersama ibunya. Sebagai seorang filsuf besar Cina yang belajar sendiri (otodidak), Kong Hu-Cu memberikan pengaruh yang amat besar dalam kebudayaan bahkan sikap hidup (way of life) bangsa Cina, yang perngaruhnya terasa sampai ke Jepang, Korea dan bahkan Vietnam. Ajarannya yang kemudian dikenal dengan Konfusianisme menjadi seolah sinonim dengan pelajaran tentang Cina, dan bagi sebagian orang dianggap sebagai agama.

Periode antara tahun 550 SM sampai 200 SM dalam sejarah dikenal jaman klasik, yang melahirkan “ratusan filsuf”, yang secara umum terbagi atas enam mazhab: Konfusianisme, Taoisme, Moisme, mazhab Yin-Yang, Dialektika dan Legalisme. Ajaran utama konfusianisme adalah “yen” dan “li”. Yen secara umum diartikan sebagai cinta, atau lebih luas lagi keramahtamahan. Sedangkan li dilukiskan sebagai gabungan antara tingkah laku, ibadah, adat kebiasaan, tatakrama dan sopan santun. Nilai-nilai lainnya dalam ajaran Konfusius adalah kebajikan dan kebenaran.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kualitas moral dari seorang manusia yang ideal juga termasuk yang memiliki kualifikasi kepemimpinan. Gagasan tentang seni memerintah, yang termasuk didalamnya adalah mengatur sesuatu dengan benar, adalah hal yang sudah dikenal sejak sebelum ajaran Konfusius. Akan tetapi Konfusius menyempurnakannya dengan pertama-tama mendahulukan karakter pribadi yang harus benar terlebih dahulu. Dalam menjawab pertanyaan tentang pemerintahan yang baik, Konfusius mengatakan: “Memerintah adalah mengatur segalanya menjadi benar. Apabila anda memulai diri sendiri dengan benar, siapa yang akan berani untuk menyimpang dari kebenaran?“

Ajaran Konfusius adalah arah menuju sifat-sifat ideal manusia sebagai individu maupun dalam masyarakat. Ajaran ini lebih mudah difahami melalui perjalanan hidup sang filsuf. Konfusius mengatakan: “pada umur 15 tahun aku siapkan hatiku untuk belajar; pada usia 30 aku merasa diriku sudah mapan; mencapai usia 40 aku tidak punya keraguan lagi dalam diriku; saat berumur 50 aku tahu wasiat Surga; sewaktu berumur 60 aku siap mendengar itu; pada umur 70 aku bisa mengikuti keinginan hatiku tanpa harus mendahului kebenaran”.

Michale Hart, dalam bukunya Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, menempatkan Konfusius dalam urutan kelima setelah Nabi Muhammad, Isaac Newton, Nabi Isa dan Buddha. Pengaruh ajaran Konfusius memang amat besar, tapi terbatas pada wilayah Asia Timur. Meskipun demikian, pengaruhnya terhadap dunia barat juga ada, yang berbekas pada pemikiran-pemikiran Leibniz dan Voltaire.

Di akhir hayatnya Konfusius merasa tidak banyak memberikan arti dan sumbangan pemikiran bagi rakyatnya. Tapi sejarah membuktikan yang sebaliknya. Pada masa dinasti Ch’in tahun 221 SM, Konfusianisme pernah dilarang. Kaisar Shig Huang Ti, kaisar pertama dinasti Ch’in membabat habis pengaruh Konfusianisme dan memenggal mata rantai yang menghubungkannya dengan masa lampau. Tapi pengaruh Konfusianisme tidak luntur, bahkan tumbuh semakin subur. Pada masa dinasti Han (206 Sm – 220 SM), Konfusianisme bahkan menjadi filsafat resmi negara.

Kini, lebih dari 2000 tahun setelah kelahiran Konfusianisme, ajaran-ajarannya masih terasa relevan dalam situasi sekarang. Tidak hanya bagi masyarakat Cina, tapi juga bagi kita yang merasa kebenaran seolah bersembunyi entah dimana, bagi masyarakat kita yang rasa cinta, keramahtamahan dan sopan santun seolah menghilang dari lubuk hati. Cinta, keramahtamahan dan sopan santun yang kita warisi dari leluhur kita sendiri seolah hilang tanpa bekas. Jadi, tidak ada salahnya belajar kebajikan sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang universal, meskipun itu datangnya dari negeri Cina.

http://filsafat.kompasiana.com/2010/02/06/konfusius-mengajarkan-cinta-keramahtamahan-dan-sopan-santun/

Dari berbagai bahan, al Encyclopedia Britannica

Kamis, 18 Oktober 2012

Opinion


IN THE FUTURE

H
idup adalah sebuah irony yang tidak ada habisnya, kita sesama manusia harus toleransi satu sama lain. Bukan konflik yang terjadi dan juga peperangan yang tak ada habisnya, Benar yang dikatakan oleh para iblis menciptakan manusia hanya menyusahkan saja karena manusia memiliki nafsu akal perasaan hasrat dan juga keinginannya banyak terlebih lagi tak terbatas.



Sekarang ini bumi kita sudah terlalu tua dan juga sudah rusak istilahnya tidak stabil seperti dengan computer sudah error dan virusnya adalah manusia, sering terjadinya bencana alam dan juga perubahan musim sekarang sudah dikenal adanya Global Warming atau bisa disebut pemanasan global ini pun sebenarnya ulah manusia juga contohnya efek rumah kaca, illegal loging atau penebangan hutan secara liar, mamakai bom untuk menangkap ikan dan rusaknya terumbu karang. Seperti yang dikatakan diatas pemanasan global banyak sekali efek dampak buruknya, diantaranya mencairnya kutub utara ( Arktik )
BMKG Dunia Pada Tahun 2008, Memperkirakan Kutub Utara mencair secara sepenuhnya pada tahun 2100. Namun BMKG Internasional dari beberapa Negara contohnya USA (Amerika Serikat) menyatakan pada risetnya Kutub Utara (Arktik) di luar dugaan mencair lebih cepat pada 2040 Arktik pun sudah menjadi lautan dan daratan sebagian akan tenggelam terlebihnya dataran rendah akan menjadi ancaman. Antartika juga akan mencair tetapi belum dapat informasi dari beberapa sumber, kalau Antartika akan mencair mungkin bumi kita ini akan tenggelam.
Ada teori bumi hancur karena panas dan menjadi gersang seperti yang dialami planet Mars, teori kedua bumi akan memasuki jaman es dan yang ketiga bumi akan tenggelam dan akan menjadi lautan seperti halnya Planet Neptunus. Karena pemanasan global makin menjadi-jadi dan lapisan ozon pun makin menipis. dan solusinya adalah menanam pohon dan merawatnya ,menggunakan SDA Secukupnya dengan baik. dan menjaga lingkungan sekitar menjadi aman sehat dan nyaman ditempati. Yakni dunia menghimbau hidup sehat dan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar serta menjaga alam lebih efisien. Tetapi sebenarnya .“WARNING FOR  FUTURE HUMAN LIVE”… To Be Continue . . . Wait Next Time OK. By: ALFIAN MAULAN



By : Alfian Maulana,
 Monday, February 13, 2012
At: 01:27AM